Berita Batola

Di Batola, Pemintaan Elpiji Subsidi Lebih Tinggi dari Gas 5 dan 12 Kilogram

Permintaan elpiji subsudi tiga kilogram atau gas melon di Kabupaten Batola ternyata lebih besar dibandingkan elpiji 5 kilogram dan 12 kilogram

Di Batola, Pemintaan Elpiji Subsidi Lebih Tinggi dari Gas 5 dan 12 Kilogram
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Operasi Pasa Elpiji di Ulu Benteng 5 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Permintaan elpiji subsudi tiga kilogram atau gas melon di Kabupaten Batola ternyata lebih besar dibandingkan elpiji 5 kilogram dan 12 kilogram.

Nah, kondisi akan terus dipantau Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola agar peruntukkan elpiji untuk warga miskin ini tepat sasaran.

“Iya pasti kita pantau terus kemana larinya elpiji subsidi di Batola ini,” kata Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Surono, Kamis (22/9/19).

Surono mengaku sudah memantau pangkalan elpiji subsidi yang berjualan di atas harga ecera. tertinggi (HET) atau Rp17.500. Di kabupaten Batola ada saja pangkalan yang menjual elpiji tabung 3 kilogram melebihi HET.

Baca: Seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Dipercepat, Begini Reaksi Tak Biasa Kepsek SMKN 1 Martapura

Baca: Goa Liang Bangkai Disiapkan Jadi Destinasi Bertarap Internasional, Simpan Kehidupan Prasejarah

Baca: Risma Ditolak Mahasiswa Papua Saat Hendak ke Asrama, Simak Penjelasan Lenis Kagoya

Baca: Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Ustadz Abdul Somad : Isi Ceramah Itu Diperuntukkan untuk Umat Islam

“Penyebabnya, permintaan 3 kilogram lebih tinggi ketimbang elpiji 5 kilogram dan 12 kilogram,” katanya.

Surono menegaskan sesuai ketentuan berlaku, pangkalan elpiji yang semaunya berjualan melebihi HET akan terkena sanksi dengan pidana penjara, sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

“Setiap pangkalan mendapat pembaruan kontrak setiap tahun. Nah, dalam kontrak tersebut, tercantum surat pernyataan menjual sesuai HET,” katanya.

Menurut Surono, jika pangkalan itu kedapatan berjualan tidak sesuai HET, mereka langsung mendapat Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) dari agen tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Pemkab Batola hanya memberikan informasi apa yang terjadi di lapangan ke agen. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)



Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved