Kriminalitas Jakarta

FAKTA BARU Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Ada Korban Lagi & Polisi Duga Ada Kesengajaan

Kasus pemberian obat kedaluwarsa oleh Puskesmas Kelurahan Kamal Muara kepada ibu hamil terus berlanjut. Pada Rabu (21/8/2019), polisi mengagendakan

FAKTA BARU Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Ada Korban Lagi & Polisi Duga Ada Kesengajaan
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menyampaikan berdasarkan keterangan dari apoteker yang berinisial HAR, Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan Dr. Agus Arianto Haryoso, dan Kepala Puskesmas Kelurahan Kamal Muara yang telah menjalani pemeriksaan, mengaku bahwa peristiwa tersebut terjadi karena kelalaian.

"Tapi kan kami tentunya fakta-fakta dan alat bukti yang tentunya nanti kami bisa menyimpulkan apakah itu benar lalai atau apakah itu ada unsur kesengajaan," kata dia

Budhi kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan pihak puskesmas maupun apoteker mengaku bahwa obat tersebut rencana sudah akan dipisahkan dari obat yang layak konsumsi.

Namun, mereka mengaku belum sempat memindahkan obat tersebut dari tempatnya, sehingga pada saat obat itu dibutuhkan pihak puskesmas justru mengambil obat kedaluwarsa.

Dalam kasus itu polisi tidak akan berhenti pada orang yang memberi obat kadaluarsa tersebut.

"Nanti kami akan berjenjang. Kemudian dalam KUHP jika kita mengenal selain pelaku juga ada yang menyuruh melakukan, ada yang membujuk dan seterusnya," tuturnya.

Korban lain diimbau melapor

Budhi turut mengimbau korban-korban lain yang mendapat obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara untuk melapor.

"Jadi kita prinsipnya terbuka kepada masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengalami hal seperti yang dialami Novi ini silahkan melapor," ucapnya.

Setiap laporan akan diterima dan diproses pihak kepolisan sebagai keterangan dan bukti tambahan dalam kasus ini.

Budi mengatakan penting bagi polisi untuk menyelidiki kasus ini karena menyangkut ibu hamil sebagai korbannya.

"Apalagi ini terhadap seorang manusia yang sedang berbadan dua. Tentunya ada dua nyawa tidak hanya nyawa ibu tapi juga bayi yang dikandungnya," ujarnya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved