Serambi Mekkah

Hari Jadi ke-69 Kabupaten Banjar, Begini Capaian Pembangunan H Khalilurrahman-Saidi Mansur

Kabupaten Banjar hari ini merayakan Hari Jadinya yang ke-69. Banyak perubahan selama Bumi Serambi Mekkah dipimpin KH Khalilurrahman-H Saidi Mansyur

Hari Jadi ke-69 Kabupaten Banjar, Begini Capaian Pembangunan H Khalilurrahman-Saidi Mansur
MC Dinas Kominfo Banjar
ADIPURA - Bupati Banjar H Khalilurrahman menerima Penghargaan Adipura tahun 2018 yang diserahkan Wapres HM Jusuf Kalla di Auditorium Wahana Manggala Bhakti, Kementerian KLH, Jakarta, 14 Januari 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tahun ini (2019) kepemimpinan Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wabup H Saidi Mansur menapaki tahun keempat. Banyak perubahan signifikan di Kabupaten Banjar sejak keduanya menakhodai Bumi Barakat sejak 17 Februari 2016 lalu.

Beragam program pembangunan telah dilaksanakan. Namun masih banyak pula pekerjaan yang akan terus dilaksanakan untuk membangun Kabupaten Banjar yang Sejahtera dan Barokah.

Sesuai tema hari jadi ke-69 Kabupaten Banjar, Bekerja Bersama dan Berinovasi dengan Tidak Meninggalkan Karakteristik Daerah dan Kearifan Lokal sebagai Kota Santri dan Serambi Makkah, Pemkab Banjar terus berlari melakukan akselerasi pembangunan yang berfokus pada lima pilar utama.

Kelima pilar itu yakni religi, SDM (sumber daya manusia), ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan. Pada usia ke-69 tahun ini, Kabupaten Banjar telah merencanakan pembangunan berkelanjutan pada semua sektor dengan ouputpenguatan pelayanan publik dibarengi penerapan information technologi (IT).

Pada bidang kesehatan misalnya, tiga pekan lalu telah di-launching layanan berbasis IT di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Martapura 1 yang dinamai si Palui (Sistem Informasi Puskesmas, Akurat, Langsung, Universal, dan Integrasi).

Bupati Banjar KH Khalilurrahman saat mengunjungi Puskesmas Martapura 1, Martapura Kabupaten Banjar.
Bupati Banjar KH Khalilurrahman saat mengunjungi Puskesmas Martapura 1, Martapura Kabupaten Banjar. (HO/Diskominfo Banjar)

Melalui layanan ini, masyarakat/pasien tak perlu repot-repot lagi datang ke puskesmas untuk sekadar mendaftarkan berobat. Mengapa? Karena pendaftaran cukup dilakukan di rumah melalui smartphone.

Jadi, pasien tak akan mengalami antrean yang panjang. Bahkan sangat dimungkinkan sama sekali tak terjadi antrean karena pasien bisa mengatur waktu secara mandiri jam berapa akan berangkat ke puskesmas sesuai nomor antrean yang didapat.

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pun juga terus dibina dan ditopang melalui peningkatan SDM, pendampingan dan bantuan permodalan. Termasuk penyediaan fasilitas penunjang seperti pengemasan yang di-back up operator terampil di Rumah Kemasan Banjar (RKB) di Bincau.

Di tempat itu tersedia berbagai jenis alat kemas produk industri kecil dan menengah (IKM). Semuanya bisa digunakan secara cuma-cuma (gratis) dan bahkan operator setempat tiap saat siap membantu merancang desain logo kemasan hingga pencetakannya.

Keberadaan fasilitas tersebut secara nyata mampu menggairahkan para pelaku IKM mengembangkan usahanya. Cukup banyak yang telah meningkatkan kualitas produknya melalui pengemasan di RKB tersebut sehingga omset penjualan pun makin meningkat pula.

Halaman
1234
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved