Berita Kabupaten Banjar

Hotspot Muncul Tiap Hari, Segini Luasan Lahan Terbakar di Kabupaten Banjar Versi BPBD

Titik panas atau hotspot terus bermunculan menyusul kian meningginya temperatur udara sejaka dua pekan terakhir.

Hotspot Muncul Tiap Hari, Segini Luasan Lahan Terbakar di Kabupaten Banjar Versi BPBD
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kepala BPBD Banjar HM Irwan Kumar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Titik panas atau hotspot terus bermunculan menyusul kian meningginya temperatur udara sejaka dua pekan terakhir. Seperti sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Selatan, hotpost juga terus bermunculan di wilayah Kabupaten Banjar.

"Kalau bicara hotspot, sekarang tiap hari ada terus. Tapi, itu belum tentu kebakaran lahan atau hutan karena kadang orang yang membakar sampah pun oleh satelit terlacak sebagai hotspot. Bahkan kadang atap seng yang panas pun juga bisa begitu," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar HM Irwan Kumar, Kamis (22/08/2019).

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan luasan lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Banjar hingga saat ini mencapai sekitar 110 hektare. Sebarannya paling banyak di tiga wilayah kecamatan yakni Martapura, Martapura barat, dan Sungaitabuk.

Baca: Pantau Titik Api di Kalsel Cukup Download Aplikasi Ini di Hp, Ada Poin Penting Bahaya Kebakaran

Baca: Strategi Jaga Tahura Kabupaten Banjar dari Kebakaran Hutan, Tutup Areal Hingga Api Unggun Dilarang

Baca: BPOM HSU Temukan Kosmetik Tak Miliki Izin Edar Saat Razia di Balangan, Ini Pengakuan Pedagang

"Di wilayah lain juga ada seperti di Beruntungbaru, Tambakpadi, dan Mataraman. Tapi, api yang muncul bisa diatasi karena masyarakatnya sudah sadar tentang bahaya api sehingga bersama-sama menjaga lingkungannya," tandasnya.

Brsama Polres, Kodim, dan relawan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan sigap turun ke lapangan. "Mari kita semua menjaga lingkungan masing-masing, jangan membakar lahan karena akibatnya fatal, udara juga tak sehat," sebut Kumar.

Ia mengatakan tindakan tegas akan diberlakukan terhadap siapa pun yang secara sengaja melakukan pembakaran lahan/hutan. "Seperti yang kita ketahui, ada satu orang warga di Sungaitabuk yang ditangkap babinsa karena ketahuan membakar lahan," bebernya.

Pihaknya tiap saat juga siaga dan siap turun ke lapangan melakukan pemadaman kebakaran bersama personel koramil, polsek, relawan, MPA (masyarakat peduli api), dan Manggala Agni. "Mudah-mudahan hingga puncak kemarau September nanti luasan lahan yang terbakar tak bertambah lagi," harap Kumar.

Lebih lanjut ia menyebutkan posko juga telah disiagakan di empat tempat. Pokos Lingkar Selatan yang mebawahi wilayah Gambut , Beruntungbaru, Tatahmakmur, dan Aluhaluh. Tiga posko lainnnya di Sungaitabuk, Martapura Barat, dan Martapura yang merupakan posko induk.

Peralatan atau perlengkapan yang dimiliki di tiap posko yakni mobil pikap plus tandon air volume 1.200 liter, mesin pompa air, dan selang sebanyak lima hingga enam gulung (per gulung 20 meter). Selain itu juga ada kendaraan roda dua jenis trail.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved