Berita Kabupaten Banjar

Strategi Jaga Tahura Kabupaten Banjar dari Kebakaran Hutan, Tutup Areal Hingga Api Unggun Dilarang

Ancaman kebakaran di kawasan Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar sejumlah strategi pun disiapkan.

Strategi Jaga Tahura Kabupaten Banjar dari Kebakaran Hutan, Tutup Areal Hingga Api Unggun Dilarang
Patugas Tahura Sultan Adam
Suasana petugas memadamkan api di Tahura Sultan Adam Kabupaten Banjar saat malam hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ancaman kebakaran di kawasan Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar sejumlah strategi pun disiapkan. Dari larangan api unggun bagi pengunjung yang camping sampai aturan jadwal penutupan areal mandiangin.

"Kami sementara menutup areal mandiangin pada sore sampai pagi, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, kecuali jumat malam dan sabtu malam karena pada malam itu kekuatan kami full menjaga mandiangin. Tetapi sementara musim kemarau kami tidak mengizinkan pengunjung yang camping membuat api unggun," ucap Kepala Tahura Sultan Adam, Rahmad Riansyah, Kamis (22/8).

Dia mengatakan aturan itu setidaknya diberlakukan sampai awal oktober atau sampai awal musim hujan. Selain itu dia menyampaikan sekarang punya stategi dalam pembagian kekuatan, Tahura sultan adam membagi 8 regu, masing-masing Resort Pengelolaan Hutan (RPH) memiliki 1 regu beranggotakan 6 - 8 orang dalkarhut dengan di koordinir kepala RPH dengan di back up Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat (Tahura Sultan Adam punya 3 RPH/RPH Sei Luar, RPH Rantau Bujur dan RPH Tanjung serta 12 MPA yang berkekuatan 15-20 org/MPA).

Baca: Hindari Kebakaran Hutan dan Lahan saat Kemarau, Ini Saran Gubernur Kalsel Paman Birin

Baca: Dipantau Drone, Ternyata Lahan Terbakar di Tahura Sultan Adam 150 Hektare, Begini Suasana Pemadaman

Baca: Papua Punya Raja Empat, Guru Khalil Sebut Kabupaten Banjar Punya Raja Lima, di Sini Tempatnya

Juga memiliki 5 Regu pemukul yang beranggotakan 10 orang, dmana 2 regu diantaranya dilengkapi mobil bermuatan tanki air serta ditunjang 6 pemantau api yang mengerti tiap jengkal lokasi di Tahura Sultan Adam.

setiap hari regu di RPH melakukan patroli dan pendekatan kepada warga untuk menjaga lingkungan serta menghindari penggunaan api dalam mengolah lahan.

"Kami juga bikin jadwal piket di mandiangin 6-10 orang selama 24 jam diluar dari regu dalkar. Pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan. Kami juga mengirim imbauan berupa surat kepada pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan UPT kemenLHK agar berperan serta aktif dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah tahura SA dengan membentuk regu dalkar yang dibekali keahlian dan sapras yang memadai sehingga akan kami panggil jika keadaan mendesak," bebernya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved