Kriminalitas Regional

4 Fakta Santri Diduga Tewas Dianiaya Seniornya, dari Luka di Kepala hingga Dijerat Pasal Berlapis

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berujung maut di sebuah pondok pesantren di Mojokerto.

4 Fakta Santri Diduga Tewas Dianiaya Seniornya, dari Luka di Kepala hingga Dijerat Pasal Berlapis
KOMPAS.COM/HANDOUT
Proses evakuasi jenazah Ari Rivaldo (16), santri korban kekerasan fisik oleh seniornya, sesama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan berujung maut di sebuah pondok pesantren di Mojokerto.

Satu tersangka adalah WN (17), santri senior di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut polisi, WN diduga menganiaya Ari Rivaldo (16) hingga tewas. Dari hasil otopsi, korban yang merupakan junior pelaku, mengalami luka parah di bagian kepala.

Baca: Jamin 3 Hal Hotman Paris Tawari Vanessa Angel Jadi Wanita Pengacara Fairuz ini Dengan Syarat Khusus

Baca: Prediksi & Cara Live Streaming PSS Sleman vs PSM Makassar Liga 1 2019, Siaran Langsung Indosiar

Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Barito Putera vs Persipura Liga 1 2019 di Vidio.com Jam 15.30 WIB

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kronologi penganiayaan


Ilustrasi olah TKP(KOMPAS.com)

Berdasar hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, WN diduga menganiaya korban di kamar asrama.

Ada dua tendangan ke arah korban yang menyebabkan kepalanya terbentur dinding asrama, hingga menyebabkan luka di bagian kepala. Selain tendangan, korban juga dipukul dengan tangan kosong di bagian dada.

"Ditendang. Hasil pemeriksaan saksi dan pra rekonstruksi seperti itu," ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solihin Fery, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

2. Korban alami luka parah di bagian kepala

Ilustrasi Tewas.
Ilustrasi Tewas. (Internet/tribunjatim)
Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved