Berita Kalteng

Angka Stunting Kotim Tertinggi di Kalteng, Pemerintah Bertekad Tekan hingga 20 Persen

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kalteng bertekad untuk menekan angka stunting di Bumi Tambun Bungai

Angka Stunting Kotim Tertinggi di Kalteng, Pemerintah Bertekad Tekan hingga 20 Persen
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Sekda Prov Kalteng, Fahrizal Fitri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kalteng bertekad untuk menekan angka stunting di Bumi Tambun Bungai hingga 20 persen kedepannya.

Pemprov Kalteng melakukan pertemuan khusus membahas upaya penurunan angka stunting tersebut, karena jumlah stunting di Kalteng cukup tinggi, perlu adanya kerja keras untuk menekan angka stunting tersebut.

"Kita berupaya menekan angka stunting di Kalteng," ujar Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri, Jumat (23/8/2019).

Sekda mengatakan, angka stunting di Kalteng cukup tinggi dan menyebar hingga ke beberapa kabupaten, sedangkan tertinggi ada di Kotim, kemudian disusul Bartim, Kabupaten Kapuas, Barsel, dan Gunungmas.

Baca: Pamer Miliki Hape Ratusan Juta Barbie Kumalasari Tak Hiraukan Lagi Kasus Galih-Fairuz

Baca: Perbandingan Sikap Ibu Ahok BTP ke Puput Nastiti Devi dan Saat Bersama Veronica Tan, Berbeda?

Baca: 9 Tahun Ayah Jadikan 2 Putrinya Pemuas Nafsu, Bila Buka Mulut Palaku Bakal Membunuh Korban

Baca: Nyinyir Ayu Ting Ting pada Presenter yang Tampil di TV, Bukan Ivan Gunawan atau Robby Purba

Menurut dia, soal stunting menjadi pejerjaan rumah bersama, karena Kalteng bertekad menurunkan angka stunting hingga di bawah 20 persen.

Harus ada aksi bersama, tidak hanya mengandalkan tugas dinkes dan PKK.

"Sektor lainnya seperti keagamaan, adat juga diharapkan dilibatkan untuk itu," ujarnya.

Sedangkan, Asisten III Bidang Pemerintahan, Setda Kabupaten Kotawaringin Timur, Imam Subekti mengakui, angka stunting di daerahnya tinggi, bahkan di atas angka standar World Health Organization (WHO).

Karena menurut dia, jika mengacu pada angka standar WHO harusnya 20 persen.

Namun untuk Kotawaringin Timur saat ini mencapai 35-36 persen atau dari 10 masih ditemukan 3 hingga 4 anak yang stunting.

Stunting banyak ditemukan di daerah pelosok atau wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Ini karena faktor kemiskinan dan minimnya pengetahuan orangtua akan pentingnya pemenuhan gizi terhadap anak dan hidup sehat," ujarnya.

Sebab itu, lanjut dia, Pemkab Kotim berusaha mengatasi masalah stunting tersebut dengan menyediakan anggaran yang cukup melalui dinas teknis dan instansi terkait, sehingga pada tahun 2020 mendatang agar angka stunting bisa ditekan.

banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved