Berita Tapin

Habitatnya Rusak, Kawanan Monyet Serbu Kebun Warga Desa Bitahan Baru

Warga petani di Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resah.

Habitatnya Rusak, Kawanan Monyet Serbu Kebun Warga Desa Bitahan Baru
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Tiga ekor monyet bermain di dekat kebun karet milik warga di Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Rabu (21_8_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Warga petani di Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resah.

Keresahan itu menyusul kawanan monyet yang mendatangi perkebunan warga setempat dan memakan hasil kebun seperti pisang, jenggol dan pepaya serta pepare.

Sidik, warga Desa Bitahan Baru, mengaku setiap hari terpaksa berburu monyet agar tidak memakan hasil kebunnya.

Alat berburu yang dipakai Sidik untuk mengusir kawanan monyet itu sepucuk senapan angin.

Menurut Sidik, kawanan monyet ini lebih parah dibandingkan kawanan lutung sejenis binatang kera juga berbulu sangat hitam dan agak besar.

Baca: Tak Ada Ayu Ting Ting, Raffi Ahmad dan Jessica Iskandar Bersahabat Lagi Panasi Richard Kyle

Baca: Pamer Miliki Hape Ratusan Juta Barbie Kumalasari Tak Hiraukan Lagi Kasus Galih-Fairuz

Baca: Murka Aura Kasih pada Cuitan Yan Widjaya, Istri Eryck Amaral Beri Syarat Damai

"Lutung masih pilih-pilih memakan. Kalau monyet ini memakan apa saja dan merusak tanaman," katanya.

Keberadaan kawanan monyet itu diyakini Sidik karena habitatnya sudah rusak oleh aktivitas pertambangan batu bara.
"Saya menduga sumber makanan monyet dan lutung ini sudah rusak sehingga kawanan monyet memasuki areal permukiman dan perumahan warga," ujarnya.

Wilayah Desa Bitahan Baru, menurutnya sudah dikepung areal ekploitasi pertambangan batu bara dan lahan kebun dan rumah yang ditempatinya sudah masuk dalam areal konsensi pertambangan batu bara.

"Tidak ditambang karena sudah banyak hunian dan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah," katanya.

Sidik mengaku mau saja direlokasi dari areal lahan konsesi pertambangan batu bara di Desa Bitahan Baru ini asalkan pergantian rugi memadai untuk membeli lahan rumah dan lahan kebun yang baru.

"Kalau cocok uang ganti rugi lahannya saya mau saja pindah," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved