Berita Kabupaten Banjar

Kepsek di Kabupaten Banjar Bakal Lakukan Hal Ini Jika Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Dipercepat

Percepatan seleksi ujian masuk perguruan tinggi bagi pelajar kelas XII semester lima SMA sederajat pada pengujung tahun ini (2019)

Kepsek di Kabupaten Banjar Bakal Lakukan Hal Ini Jika Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Dipercepat
Nanda Nur Uliana
Suasana aktivitas di SMKN 1 Martapura, Kamis (22/8/2019) pagi. Siswa setempat aktif belajar di dalam maupun berkegiatan di luar kelas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Percepatan seleksi ujian masuk perguruan tinggi bagi pelajar kelas XII semester lima SMA sederajat pada pengujung tahun ini (2019) yang direncanakan oleh Kemenristekdikti merisaukan kalangan sekolah dan siswa di Kalsel, termasuk di Kabupaten Banjar.

Hal itu dikarenakan rencana tersebut digulirkan pada waktu yang sempit atau mendadak sehingga nyaris tak menyisakan waktu yang lapang untuk melakukan persiapan secara memadai.

"Wah, berat kalau dipercepat. Tapi asal materi soalnya sesuai dengan yang sudah dipelajari ya masih mendingan," ucap Kepala SMAN 2 Martapura Sariono, Jumat (23/08/2019..

Itu pun, sebutnya, belum jadi jaminan siswa kelas XII mampu menjawab semua soal. Pasalnya, saat ini waktunya telah mepet sehingga tak ada waktu memadai lagi untuk belajar lebih intens.

Baca: Live Streaming Dilan 1990 - Dilan 1991 di SCTV, Jumat 23 Agustus 2019 Mulai Pukul 18.00 WIB

Baca: Hasil BWF World Championship 2019, Anthony Ginting Dikalahkan Tunggal India di Kejuaraan Dunia

"Kalau memang nanti dipercepat, upaya yang bisa kami lakukan paling sebatas menyarankan agar ikut bimbel secara mandiri. Kebetulan belum lama tadi ada beberapa pihak yang datang ke sekolah kami menginformasikan kegiatan bimbel," sebutnya.

Kepala SMAN 2 Martapura Sariono
Kepala SMAN 2 Martapura Sariono (Istimewa)

Sariono menyebutkan jumlah siswanya yang duduk di bangku kelas XII sekitar 240 orang yang terpilah dalam tujuh rombongan belajar (kelas).

Kerisauan juga diutarakan Kepala SMKN 1 Martapura Dwi Ayati. "Berat rasanya jika benar-benar dipercepat. Kasihan, anak-anak," ucapnya kemarin.

Ia mengaku juga telah mendengar kabar mengenai rencana percepatan seleksi masuk perguruan tinggi tersebut. Namun cuma sebatas informasi sepintas di media sosial.

Jika rencana tersebut akan diberlakukan, ia berharap materi soal disesuaikan dengan materi pelajaran semerter lima. Jangan sampai ada soal pelajaran semester enam karena belum dipelajari.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved