Berita HST

Mushala di Pasar Agrobisnis Modern Barabai Mulai Dibangun, Bakal Diisi Tausiyah Bagi Pedagang

Pembangunan Musala di Pasar Agrobisnis Modern Tradisional Barabai akhirnya direalisasikan

Mushala di Pasar Agrobisnis Modern Barabai Mulai Dibangun, Bakal Diisi Tausiyah Bagi Pedagang
Hanani
Suasana di Pasar Agrobisnis Modern yang mulai ramai pedagang dan pengujung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Rencana Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk membangun mushala di Pasar Agrobisnis Modern Tradisional di Barabai akhirnya direalisasikan.

Setelah, beberapa waktu menunggu proses lelang pembangunan. Kini, pembangunan sudah mulai dilakukan. Bahkan, Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah melakukan peletakan batu pertama Jumat (23/8/2019).

Pembangunan ini ditarget selesai empat bulan ke depan atau 120 hari pengerjaan dengan anggaran sebesar Rp 650 juta yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2019.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ali Fahmi mengatakan jika mushala ini diperuntukan bagi seluruh penghuni pasar. Baik itu pembeli maupun penjual yang sedang berada di pasar dan ingin beribadah.

Tak hanya itu, rencananya mushala ini juga bakal dipergunakan sebagai tempat pemberian tausiah dan kultum bagi pedagang.

Baca: Satu Jam Berkobar di Pasar Pelaihari, Api Kini Telah Dikuasai, Begini Kondisi Sejumlah Ruko Terbakar

Baca: Sosok yang Pernah Tidur Bareng Desy Ratnasari di Terminal Diungkap pada Raffi Ahmad & Vicky Prasetyo

Baca: Resmikan Banjar Expo 2019, Guru Khalil : Banjar Expo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP1) MotoGP Inggris 2019, Quartararo Tercepat, Valentino Rossi di Posisi Ini

Apalagi, beber Ali Fahmi, Dinas Perdagangan memiliki misi mengurangi rentenir di pasar. Terlebih jumlah rentenir cukup banyak di sana dan mencapai puluhan orang.

"Kami ingin menghentikan riba di sana. Makanya akan ada tausiah. Apa bahaya dan dosa riba," jelasnya.

Selain bunganya yang tak masuk akal, ia menginginkan agar pedagang di sana tak terjerat piutang yang membebani.

"Kami juga ingin koperasi di sana dihidupkan kembali," katanya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved