Berita HSS

Pasca Kebakaran di SMPN 1 Daha Barat, Satu Kelas Dipindahkan Ke Ruang Laboratorium

Pasca terbakar, proses belajar mengajar satu kelas siswa di SMPN 1 Daha Barat dipindahkan ke ruang laboratorium

Pasca Kebakaran di SMPN 1 Daha Barat, Satu Kelas Dipindahkan Ke Ruang Laboratorium
Dari BPBD HSS untuk BPost
Siswa SMPN 1 Daha Barat bersih-bersih sekolah pasca terbakar akibat kebakaran lahan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pasca kebakaran yang terjadi SMPN 1 Daha Barat Desa Bejayau Kecamatan Daha Barat Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terjadi pada Kanis (22/8/2019) malam, satu kelas harus pindah ke ruang laboratorium.

Pasalnya, tiga ruang kelas dan satu rumah dinas guru hangus terbakar dalam insiden kebakaran di sekolah tersebut.

Untungnya, dari tiga ruang kelas yang terbakar, dua diantaranya masih bisa dipergunakan karena yang terbakar hanya bagian atapnya saja.

Begitu pun dengan ruang kelas satunya. Hanya saja, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan satu kelas terpaksa dipindah ke laboratorium karena mengalami kerusakan atap dan plafon.

Baca: Sikapi Bocornya Pipa PDAM Batola di Handil Bakti, Balai Jalan Nasional Koordinasi PUPR Batola

Baca: Sinyal Kehamilan Menguat, Syahrini Pamerkan Kado Mertua, Benda di Kepala Istri Reino Barack Disorot

Baca: Kebakaran di Pasar Pelaihari Hanguskan Empat Ruko dan Satu Rumah

Baca: Dipergoki Bareng Caesar Hito, Natasha Wilona Dituduh Rebut Pacar Teman Pasca Putusi Verrell Bramasta

Untungnya dari kebakaran tersebut, mebel seperti meja kursi dan perangkat belajar mengajar tak ikut terbakar.

Wacana membagi kelas pagi dan sore tidak terjadi. Artinya, siswa masih belajar pada pagi hari.

Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Nordiansyah, mengatakan pemindahan siswa ke laboratorium hanya sementara menunggu perbaikan selanjutnya.

"Rencananya apakah nanti akan dianggarkan pada 2020 kami masih belum tahu. Yang jelas pasti diperbaiki, namun melihat anggaran," jelasnya.

Hari ini, bebernya, sebagian siswa melakukan pembersihan kelas pasca kebakaran.

"Tadi siswa melakukan bersih-bersih agar proses belajar mengajar bisa dilakukan," katanya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Efran merincikan jika kebakaran lahan di Desa Bajayau seluas dua hektar pada pukul 18.35 Kamis (22/8/2019).

Dibeberkannya, kebakaran lahan tersebut meluas hingga membakar atap rumah pendidik. Namun rumah tersebut merupakan bangunan tua yang lama tidak terpakai lagi.

"Api disekitar bangunan SMPN 1 Daha Barat dapat dipadamkan sekitar pukul 19.30 Wita, oleh PMK Daha Barat, Daha Selatan dan Satgas Penanggulangan Karhutla Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sampai pukul 23.00 Wita, api di daerah lahan yang terbakar sudah dapat dipadamkan," jelasnya.

Baca: Lumat Barito Putera 4 Gol Tanpa Balas, Jacksen Ungkapkan Rasa Gembira dan Sedih Kalahkan Mantan Tim

Baca: Produksi Melimpah, Harga Ayam Potong Terpuruk Hingga Rp 10 Ribu

Baca: Lahan di Desa Tandilang Kembali Terbakar, Satgas Selidiki Pelaku Pembakaran

Kebakaran ini meluas, bebernya dikarenakan wilayah Daha mayoritas adalah lahan rawa gambut, sehingga rentan terjadi kebakaran.

"Kendala dilapangan yang dihadapi selain jaraknya yang jauh. Jalanan menuju lokasi sempit dan berlubang. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak polsek Daha Barat," tuntasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved