Berita Regional

5 Anggota TNI Terlibat Kasus Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua Diskorsing dan Diseret ke Pengadilan

Kodam V/Brawijaya memberikan skorsing kepada lima anggotanya atas peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur.

5 Anggota TNI Terlibat Kasus Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua Diskorsing dan Diseret ke Pengadilan
(KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Buntut peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya Jawa Timur pekan lalu hingga menyebabkan munculnya  protes dan aksi massa di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat, lima anggota TNI dijatuhi sanksi skorsing.

Dilansir dari Kompas.com, Kodam V/Brawijaya memberikan skorsing kepada lima anggotanya atas peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Letkol Arm Imam Hariyadi mengatakan, lima anggotanya yang dijatuhi skorsing, salah satunya adalah Danramil 0831/02 Tambaksari Mayor Inf N.H Irianto.

"Skorsing itu namanya pemberhentian sementara, sifatnya temporer. Walaupun sebenarnya itu merupakan sanksi juga ya, jadi hak-hak dia dikurangi juga," kata Imam kepada Kompas.com, Minggu (25/8/2019) malam.

Menurut dia, skrosing itu diberikan untuk memudahkan Pomdam V/Brawijaya dalam melakukan penyidikan.

Ia menyayangkan tindakan oknum anggota TNI tersebut yang diduga telah melakukan pelanggaran disiplin.

Baca: Polri Sebut Alasan Kapolsek Sukajadi Berikan Miras ke Mahasiswa Papua di Bandung Bersifat Pribadi

Seorang prajurit teritorial, sambung dia, seharusnya bisa menjaga sikap di lapangan.

"Terkait dengan anggota saya, mereka pada saat di lapangan kenapa bisa menampilkan sikap-sikap seperti itu (melontarkan ujaran rasial)," ujar dia.

"Seharusnya, seorang prajurit teritorial, tampilan mereka di lapangan seharusnya menampilkan komunikasi sosial. Tidak emosional, walaupun situasinya seperti itu (memanas)," tutur Imam.

Tas berlogo Bintang Kejora di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Sabtu (17/8/2019).
Tas berlogo Bintang Kejora di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Sabtu (17/8/2019). (SURYA.co.id/Willy Abraham)

Ia menjelaskan, penyidikan yang dilakukan Pomdam V/Brawijaya terus berjalan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved