Berita Tapin

Junaidi Trauma Kebakaran Lahan Cabai 2015, Bentuk Dua Unit Armada Pemadam Kebakaran

Satu-satunya Kelompok Tani Peduli Api di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menerima penghargaan Kementerian Pertanian adalah KTPA Hiyung Makmu

Junaidi Trauma Kebakaran Lahan Cabai 2015, Bentuk Dua Unit Armada Pemadam Kebakaran
BPBD Tapin
Junaidi, Ketua KTPA Hiyung Makmur (berdiri dekat unit KTPA) memantau kebakaran lahan yang mengancam perkebunan cabai rawit petani Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Minggu (25_8_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Satu-satunya Kelompok Tani Peduli Api di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menerima penghargaan Kementerian Pertanian adalah KTPA Hiyung Makmur.

Penghargaan itu diberikan saat pada Peringatan Hari Perkebunan 2018 lalu di Kabupaten Tanahlaut.

Itu karena partisipasi dan kepedulian KTPA Hiyung Makmur dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Kini KTPA memiliki dua unit armada pemadam kebakaran jenis pikap bak terbuka dan minibus yang juga sekaligus menjadi ambulan.

Peralatan pemadam menggunakan selang dan mesin pompa air portabel dari swadaya petani cabai dan bantuan BPBD Kabupaten Tapin.

Baca: Perubahan Roger Danuarta Diungkap Cut Meyriska Setelah Menikah, Resepsi Malam ini Live SCTV

Baca: Firasat Aneh Diar Sebelum Calon Suami, Lettu Angga Pradipta Meninggal Sehari Jelang Akad Nikah

Baca: Pesan Pilu Mulan Jameela di Ulang Tahun ke-40 Beda dengan Bahagianya Maia Estianty dan Dul Jaelani

Baca: Peringatan Kak Seto untuk Nikita Mirzani dan Sajad Ukra Akan Masa Depan Azka Mawardi

Junaidi mengaku awalnya petani cabai di Desa Hiyung hanya mengenal tiga dinas, yaitu Dinas Pertanian karena bantuan bibit cabai dan pupuknya, Dinas Perindustrian karena membantu memfasilitasi peralatan dan produk olahan dari cabai dan Dinas Perdagangan karena pemasaran.

"Kini petani cabai Desa Hiyung sudah paham pentingnya BPBD Kabupaten Tapin yang memberikan pemahaman cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Tanpa bantuan BPBD Kabupaten Tapin, perkebunan cabai rawit Hiyung merugi karena terbakar.

"Apa yang mau diolah dan dipasarkan," kata pria yang menjabat Sekretaris Desa Hiyung ini.

Awal mula terbentuknya KTPA itu pada 2015 lalu.

Itu setelah areal perkebunan cabai Hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, terkena musibah kebakaran lahan seluas tujuh hektare.

"Musibah kebakaran lahan itu pada 2015 lalu membawa trauma dan kerugian sehingga kami membentuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Hiyung Makmur," kata Junaidi, Ketua KTPA Hiyung Makmur kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (25/8/2019).

Menurut Junaidi, saat ini sekitar 115 hektare lahan perkebunan cabai rawit Hiyung yang digarap para kelompok tani cabai di Desa Hiyung yang siap dipanen untuk mengisi stand produk pameran Kabupaten Tapin pada ajang Expo Kalsel 2019 di Kota Banjarbaru.

"Saat ini saja, kami melayani permintaan bubuk cabai tanpa kemasan sebanyak 10 kilogram untuk para pedagang makanan di Kota Banjarbaru," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved