DPRD Banjarbaru

Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 Ditandatangani, Pendapatan Banjarbaru Naik Jadi Segini

pada sisi pendapatan daerah terjadi peningkatan sebesar Rp 40 miliar lebih, yang mana pada anggaran semula sebesar Rp 1.083.039.606.165

Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 Ditandatangani, Pendapatan Banjarbaru Naik Jadi Segini
Humas Pemko Banjarbaru
Ketua DPRD Banjarbaru AR Iwansyah menandatangani kesepakatan KUA PPAS Perubahan APBD 2019 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Ketua DPRD Banjarbaru, AR Iwansyah memimpin rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru, Senin, (26/8/2019).

Rapat paripurna ini membahas tahapan akhir yaitu penandatanganan kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019.

Pada rapat paripurna ini dihadiri Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan.

Ketua DPRD Banjarbaru, AR Iwansyah mengatakan, berdasarkan hasil rapat finalisasi sebelumnya yang dilaksanakan Senin (19/8/2019), telah dicapai kesepakatan mengenai arah kebijakan dan prioritas anggaran perubahan pada tahun 2019.

Adapun diantaranya meliputi perubahan rencana pendapatan dan pembiayaan daerah, plafon anggaran per-urusan, per-program kegiatan SKPD, baik yang terkait dengan rencana belanja langsung maupun belanja tidak langsung.

"Sehingga berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, maka APBD kota Banjarbaru tahun anggaran 2019 secara garis besar diproyeksikan akan mengalami perubahan. Baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun terjadinya defisit," katanya.

Tercatat, pada sisi pendapatan daerah terjadi peningkatan sebesar Rp 40 miliar lebih, yang mana pada anggaran semula sebesar Rp 1.083.039.606.165,- naik menjadi Rp 1.123.893.871.700,-.

Demikian juga dari sisi belanja, terjadi kenaikan dari anggaran semula sebesar Rp 1.246.890.568.950,- menjadi Rp 1.296.352.076.295,- atau naik sebesar Rp 49 miliar lebih.

Disisi lain, selisih pendapatan dan belanja daerah mengakibatkan terjadinya Defisit atau berkurangnya kas dalam keuangan sebesar Rp 172 miliar.

Rencananya defisit yang dimaksud akan ditutupi melalui pos penerimaan pembiayaan berasal dari sisa lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 169 miliar dan pencarian dana cadangan sebesar Rp 32 miliar.

Sedangkan, sisa uang dari hasil menutup defisit tersebut sebesar Rp 30 miliar akan digunakan untuk pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal (investasi) Pemerintah Daerah (Pemda) sebesar Rp 10 Miliar dan untuk pembentukan dana cadangan yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pilkada 2020 sebesar Rp 20 miliar.

Wakil Ketua DPRD Banjarbaru menandatangani kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019
Wakil Ketua DPRD Banjarbaru menandatangani kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019 (Humas Pemko Banjarbaru)

"Pembahasan yang telah di lakukan di dasari pada keinginan kita bersama untuk mencermati dan menentukan program-program berdasarkan prioritas kebutuhan yang harus di akomodir untuk di anggarkan dalam APBD-Perubahan tahun anggaran 2019,"ungkap Ketua DPRD Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, mengatakan mengapresiasi terhadap pimpinan dan anggota DPRD Banjarbaru yang telah menyumbangkan pikiran dan tenaganya dalam memberikan dukungan, menelaah,membahas dan menyempurnakan penyusunan KUA-PPAS Perubahan APBD tahun 2019.

"Kita bersyukur sudah ditetapkan. Tinggal operasionalnya saja dilakukan pembahasan selanjutnya. Semoga kita bisa menuntaskan APBD murni tahun 2020 dan APBD perubahan dengan anggota dewan periode saat ini" katanya. (AOL/*)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved