Tajuk

Saatnya QRIS Beraksi

Hadirnya sistem ini tentu bukan tanpa tujuan. Gagasan terkait sistem yang berstandar di Indonesia ini telah dipersiapkan sejak setahun lalu.

Saatnya QRIS Beraksi
SHUTTERSTOCK/Bloomicon
Ilsutrasi QR code. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PADA 27 Mei 2019, Bank Indonesia telah melakukan soft launching standar Quick Response (QR) Code. Selanjutnya standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS) diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2019.

Hadirnya sistem ini tentu bukan tanpa tujuan. Gagasan terkait sistem yang berstandar di Indonesia ini telah dipersiapkan sejak setahun lalu. Tujuannya tentu saja untuk menyederhanakan transaksi keuangan di era digital seperti saat ini.

Kehadiran kode ini memungkinkan orang berinteraksi dengan media yang ditempeli melalui pemindai secara efektif dan efisien. Misalnya, memungkinkan orang untuk memasukkan logo perusahaan, video, maupun foto ke dalamnya, tanpa menghilangkan substansi informasi ataupun dari sumber yang dimasukkan.

Berbagai sektor bisa memanfaatkan aplikasi digital ini, seperti pendidikan, komersil, produk makanan, keuangan dan lain sebagainya. Namun, selama ini di Indonesia belum ada standardisasi QR Code. Hal ini membuat setiap layanan memiliki model QR Code yang berbeda-beda. Jadi, ketika pedagang ingin menyediakan layanan pembayaran yang beragam, misalnya, maka harus menyediakan lebih dari satu QR Code.

Nah, untuk menyederhanakannya, maka dibuatlah QRIS. Dalam tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM). Nantinya penjual atau merchant akan menampilkan QR code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran.

Bank Indonesia memang menilai perlu untuk segera menerapkan standarisasi ini mengingat beberapa negara tetangga telah melaksanakannya, dan terbukti berhasil. Selain itu juga dalam rangka menarik minat wisatawan manca negara yang sudah terbiasa menggunakan QR code untuk transaksi pembayaran. Tujuan lainnya adalah untuk melindungi konsumen serta menciptakan kompetisi antarmerchant yang sehat.

Bagi konsumen, keuntungannya karena tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa pembayaran atau bank yang berbeda. Ke depan konsumen bisa melakukan pembayaran dengan system QR Code apapun melalui merchant-merchant apapun karena sudah saling terkoneksi.

Sebagai masyarakat yang hidup di era digital, kebijakan ini tentu disambut dengan sangat baik. Ini menjadi sebuah angin segar dalam memudahkan transaksi keuangan yang lebih praktis tapi juga aman.

Namun, tentu saja kita berharap pemerintah tetap meningkatkan keamanan sistem yang digunakan. Pasalnya, banyaknya kasus pembobolan rekening, akun atau data nasabah yang kerap bertransaksi menggunakan perangkat elektronik atau digital tentu menimbulkan trauma.

Jangan sampai, sistem digital yang dibangun justru menjadi bumerang lantaran sistem keamanannya tidak mumpuni. Hal ini tentu akan melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap standardisasi sistem digital yang sedang dibangun. Selain itu, pemerataan akses layanan sistem digital terus diperluas dan merata hingga ke pelosok daerah. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved