Berita Kotabaru

Seorang Guru SMA di Kotabaru Ditemukan dengan Tubuh Menghitam, Siswa & Guru Merasa Kehilangan

Warga Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru sempat dibuat geger. Pasalnya, seorang guru SMA ditemukan dalam kradaan meninggal dunia.

Seorang Guru SMA di Kotabaru Ditemukan dengan Tubuh Menghitam, Siswa & Guru Merasa Kehilangan
Istimewa
Warga Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru sempat dibuat geger, guru SMA ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Warga Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru sempat dibuat geger. Pasalnya, seorang guru SMA ditemukan dalam kradaan meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/8/19) malam sekitar pukul 21.25 wita.

Diketahui, korban bernama Ibnu Catur Raharjo (38). Korban merupakan ASN sekaligus guru di SMAN 1 Pulau Laut Barat (Lontar).

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tubuh menghitam dan membengkak di rumah dinas yang ditempatinya.

Terang saja, siswa-siswinya dan para guru merasa kehilangan lantaran sosok guru yang tiba-tiba meninggal dunia.

Warga yang ber KTP di Komplek Wira Pratama No 8 Rt 44 rw 8 Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru ini ditemukan rekan sesama guru. Sebab, beberapa hari tak bisa dihubungi.

Baca: BREAKING NEWS - Tiga Rumah di Kelampaian Tengah Kabupaten Banjar Ludes, Begini Awal Mulanya

Baca: Kebakaran di Kelampaian Tengah Kabupaten Banjar Tak Cuma Lumat Rumah, Juga Musnahkan Hewan Ternak

Baca: BPBD Banjar Bergerak Cepat, Bantuan ini Langsung Disalurkan kepada Korban Kebakaran Kelampaian


Kasat Reskrim Polres Kotabaru Iptu Imam Wahyu Pramono SIK, Senin (26/8/19) membenarkan peristiwa penemuan mayat di rumah dinas guru itu. Dia mengatakan saat ini, jenazah sudah dievakuasi.

Iptu Imam menjelaskan, korban meninggal dunia dalam keadaan terlentang dengan bantal diatas dada, badan membengkak dan hidung dan mulut mengeluarkan darah. Kejadian itu diketahui pertamakali oleh rekannya, Wasisto.

Saat itu, saksi Wasisto datang ke rumdin korban dengan maksud menemui korban. Namum saat tiba dilokasi, ternyata tercium bau tidak sedap seperti bangkai yang berasal dari rumah dinas yang ditempati oleh korban.

Kemudian Wasisto melaporkanya ke Suriansyah untuk melakukan pengecekan bersama.

"Saat mereka berhasil masuk ke rumah korban, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi dan aroma tidak sedap sudah menyengat. Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi, " kata Iptu Imam.

Pihak kepolisian pun melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena penyakit asma sesuai informasi dari rekannya yang mengidam penyakit asma.

"Menurut keterangan dari rekan kerja korban sesama Guru, bahwa korban memang memiliki sakit sesak nafas dan sedikit temperamental, " katanya.

Dia juga menyebutkan, dari perkiraan sementara, diduga korban sudah meninggal dunia selama tiga hari.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved