Berita Kalteng

Tak Terpilih Jadi Ibu Kota Republik Indonesia, Gubernur Kalteng: Kami Tetap Akan Membangun

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya secara resmi menetapkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia

Tak Terpilih Jadi Ibu Kota Republik Indonesia, Gubernur Kalteng: Kami Tetap Akan Membangun
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya secara resmi menetapkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan titik pusat pemerintahan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Hal itu diungkapkan secara resmi oleh Presiden dalam Jumpa Pers dengan didampingi para menteri di Istana Negara Jakarta, Senin (26/8/2019) sehingga terjawab sudah teka-teki selama ini tentang lokasi Ibu Kota NKRI yang sebelumnya disebut di Kalimantan oleh presiden.

Bagaimana komentar Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, terkait keputusan politik Presiden Joko Widodo yang telah memutuskan Kaltim sebagai Ibu Kota Nagara tersebut. Saat ditanyakan BPost, Senin (36/8/2019) usai kegiatan Pramuka di Palangkaraya menegaskan tidak masalah.

Baca: Kemesraan Ahok & Gubernur Anies Baswedan, Cipika Cipiki Hingga Salaman, Ahok BTP: Saya Cepat Move On

Baca: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jokowi Sebut Jakarta Tak Akan Dilupakan Tetap Jadi Prioritas Pembangunan

Baca: Kenali Tradisi Tea Pai, Budaya Pengantin Baru Tionghoa ala Roger Danuarta & Cut Meyriska

Baca: BPBD Banjar Bergerak Cepat, Bantuan ini Langsung Disalurkan kepada Korban Kebakaran Kelampaian

"Tidak masalah, ketika Kalteng tidak terpilih sebagai Ibu Kota Negara RI, karena bagi Kalteng, tidak ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara pun tetap saja pembangunan akan terus berjalan dengan sebagaimana mestinya, tidak terpilih pun kita harus tetap bergerak untuk membangun," ujarnya.

Sugianto menjelaskan, pihaknya selama ini tidak pernah melakukan lobi-lobi ke pusat, karena rencana pemindahan ibu kota ke Palangkaraya (Kalteng) tersebut sudah ada sejak 62 tahun silam saat Presiden Pertama Soekarno memimpin negeri ini saat peletakkan batu pertama Palangkaraya sebagai Ibu Kota Kalteng.

Dikatakan dia, karena berdasarkan sejarah pendiri negeri ini yang memang menghendaki agar Palangkaraya jadi Ibu Kota saat itu, maka hingga saat ini tentu wacana tersebut didorong terus oleh pemerintah sekarang.

"Jadi tidak ada lobi-lobi dari kami soal rencana pemindahan ibu kota tersebut," ujarnya menjawab isu yang berkembang saat kabar pemindahan ibu kota tersebut mengkristal di Kalteng.

Baca: Lagi, Adegan Mesra Ivan Gunawan dan Ayu Ting Ting Hingga Disindir Ruben Onsu

Baca: Takut Cut Meyriska Bosan, Keputusan Roger Danuarta Setelah Sah Jadi Suami

Sementara itu, Ibu Kota RI Pindah ke Penajam Paser Utara Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Diumumkan Presiden Jokowi, Bukan Kalteng.

Lokasi Ibu Kota RI yang baru akhirnya ditetapkan Presiden Jokowi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (26/8/2019).

Telah disebutkan dalam konferensi pers Senin siang, lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta adalah dua kabupaten di Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara.

Halaman
1234
Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved