Berita Banjarmasin

Tim Uniska Peduli Gambut, Terapkan Teknologi Pembuatan Kolam Terpal di Desa Sawahan Kabupaten Batola

Kelompok Tani Makmur adalah Kelompok Tani di Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala dengan jumlah 34 Kepala Keluarga yang sebagian besar

Tim Uniska Peduli Gambut, Terapkan Teknologi Pembuatan Kolam Terpal di Desa Sawahan Kabupaten Batola
Istimewa
Tim Uniska Peduli Gambut, Terapkan Teknologi Pembuatan Kolam Terpal di Desa Sawahan Kabupaten Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kelompok Tani Makmur adalah Kelompok Tani di Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala dengan jumlah 34 Kepala Keluarga yang sebagian besar adalah Transmigran.

Namun sekarang sudah berkurang hampir sepertiga penduduknya yang masih bertahan di Desa karena kondisi alam yang cukup berat, Sehingga yang bertahan adalah benar-benar petani yang ulet.

Akhir tahun 2007 mereka telah mencoba bertani tanaman padi dan sayuran dan sebagai hasil produksinya berupa padi siam unus dengan masa panen dua kali setahun, dan beberapa jenis sayuran.

Terdapat kendala dalam pengelolaan pertanian-peternakan dan perikanan salah satu yang terbesar adalah keasaman air di lokasi Desa Sawahan adalah sangat masam dengan pH berkisar antara 3-3,5.

Tim Fakultas Pertanian Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin pun buat terobosan, sebagai ketua Dr. Achmad Jaelani, S.Pt, M.Si, bersama anggota Gusti Khairun Ni’mah, SP, MP dan Muhammad Syarif Djaya, SPt, MP.

Baca: Alasan Sebenarnya Desy Ratnasari Tolak Raffi Ahmad, Sosok Ini Jadi Penghalang Suami Nagita Slavina

Baca: Sikap Verrell Bramasta pada Natasha Wilona Saat Bertemu di Belakang Panggung Disorot, Ini Sebabnya

Baca: Polri Luncurkan Smart SIM, Seperti Uang Elektronik, Bisa Dipakai Bayar Tol dan Belanja

Wujudkan teknologi pembuatan kolam terpal sebagai alternatif pertanian-perikanan terpadu sebagai wujud peduli gambut di desa sawahan kabupaten baritokuala.

"Budidaya ikan di lahan gambut bukan suatu masalah asalkan bisa mengatur tata air kolamnya. Salah satunya adalah dengan pembuatan kolam terpal," ucap Dr. Achmad Jaelani, S.Pt, M.Si.

Pada awalnya adalah dengan membuat lubang yang agak lebar kemudian ditutupi terpal plastik. Kolam terpal diisi air gambut sampai penuh. Taburi kapur pertanian dengan dosis 10 kg kapur untuk setiap 50 meter kubik kolam. Biarkan hingga air kolam menjadi jernih dan pHnya menjadi netral berkisar 6,8-7. Terlebih apabila ditambahkan pupuk kandang pH air kolam bisa menjadi 9.

Di permukaan kolam ditumbuhkan tanaman gulma air kayapu, namun dibatasi dengan bambu agar tidak berpindah ke tempat lain. Tujuan ditumbuhkannya tanaman kayapu ini adalah untuk membuat suhu di kolam menjadi lebih sejuk karena sinar ultra violet tidak masuk bagian dalam kolam.

"Apabila suhu lingkungan cukup tinggi, maka bisa saja pada bagian atas kolam dipasang paranet dengan kerapatan 30% untuk mengurangi penguapan air kolam," katanya.

Selain itu tanaman kayapu juga akan mengendapkan komponen lain yang masuk ke dalam kolam dan menjadikan air menjadi lebih jernih.

Kolam dengan ukuran 5 x 10 meter dimasukan bibit ikan patin sebanyak 1000 ekor atau nila sebanyak 4000 ekor. dengan kapasitas 10 kg untuk luasan 5 m kubik. Dalam jangka waktu 1 bulan, lumpur yang mengendap di dasar kolam disedot dan dipindahkan kedalam tangka air atau kolam kecil dengan ukuran 1 x 2 x 1 m3 untuk penampung air guna penyiraman tanaman sayuran, namun bisa juga disalurkan dengan selang untuk disemprotkan pada tanaman sayuran dan buah jeruk.

Keuntungan Penggunaan lumpur Kolam terpal untuk tanaman sayuran adalah : 1. Mengurangi jumlah puuk yang digunakan buat sayuran 2. Selain pupuk juga air dari lumpur tadi akan membuat tanah yang ditumbuhi tanaman sayuran tadi tetap basah 3. Terjadi keterpaduan antara budidaya perikanan dan pertanian yang saling menguntungkan. 4. Meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan system keterpaduan ini karena secara ekonomis lebih banyak hasil yang diperoleh.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved