Berita Jakarta

Jokowi Putuskan Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur, Media Luar Negeri Khawatirkan Hal Ini

Keputusan sudah diketok. Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengumumkan bakal memindahkan ibu kota Indonesia ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Jokowi Putuskan Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur, Media Luar Negeri Khawatirkan Hal Ini
Diolah
Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kaltim lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengumumkan bakal memindahkan ibu kota Indonesia ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata juga jadi perhatian media di  luar negeri.

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur," ujarnya Senin (26/8/2019).

Dalam konferensi pers, Presiden Jokowi menjelaskan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur diperlukan karena beban Jakarta saat ini sudah begitu berat.

"Lokasinya sangat strategis. Terletak di tengah Indonesia dan dekat dengan area perkotaan," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional.

Pengumuman itu mengakhiri spekulasi beberapa bulan terakhir apakah Jokowi bakal melaksanakan rencana yang telah dicetuskan Bapak Proklamasi Soekarno 50 tahun silam.

Baca: Ibu Kota Baru di Provinsi Kaltim, Survei: 95,7 Persen Responden Jakarta Tak Setuju Ibu Kota Pindah

Dia melanjutkan, usulan pemindahan bakal segera diberikan ke DPR. Pembangunan bakal dimulai tahun depan, dengan estimasi 2024, ibu kota baru bisa difungsikan.

Keputusan yang dibuat Jokowi menjadi perbincangan dunia dan diulas oleh media internasional. Selain mengulas pengumuman, media luar negeri juga menyoroti kekhawatiran jika ibu kota pindah.

Salah satu media internasional yang menyorotinya adalah Agence Frence Presse atau AFP. Kantor berita asal Perancis itu menyoroti Kalimantan yang tak hanya jadi lokasi penambangan utama.

Kawasan inti pusat pemerintahan ibu kota negara
Kawasan inti pusat pemerintahan ibu kota negara (Kementerian PUPR)

Namun juga fakta bahwa pulau yang juga dibagi dengan Malaysia serta Brunei itu merupakan lokasi hutan hujan tropis, serta rumah bagi spesies orangutan.

Pemerhati lingkungan mengungkapkan kekhawatiran bahwa pembangunan ibu kota bakal mengancam spesies terancam punah. Seperti aktivis Greenpeace Indonesia, Jasmine Putri.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved