Ekonomi dan Bisnis

Ada Apa Ya? Suku Bunga BI Turun, Kok Bunga KPR Malah Naik, Ini Alasan BTN

Beberapa bank besar dalam negeri justru meningkatkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah tren suku bunga Bank Indonesia (BI) yang justru

Ada Apa Ya? Suku Bunga BI Turun, Kok Bunga KPR Malah Naik, Ini Alasan BTN
Istimewa/Mahatama Group.
Proses pembangunan KPR bersubsidi di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Beberapa bank besar dalam negeri justru meningkatkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah tren suku bunga Bank Indonesia (BI) yang justru tengah melandai.

Lia, salah satu nasabah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), misalnya, dia mendapatnya pemberitahuan secara tiba-tiba oleh pihak customer service BNI Griya melalui SMS bahwa suku bunga KPRnya naik dari 13,4 persen menjadi 14 persen untuk cicilan pembayaran yang jatuh tempo mulai Agustus ini.

Adapula Ichsan, nasabah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pun mengeluhkan hal yang sama, meski dia tak begitu ingat besaran bunga dan kenaikannya, hanya saja dalam surat yang dia terima, besaran tagihan cicilannya naik jadi Rp 3,5 juta dari yang sebelumnya hanya 3,3 juta.

Baca: VIRAL- Video Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif Berbuntut Panjang, Siap Dipolisikan

Baca: Istri Ini dengan Tenang Menyiramkan Bensin ke Tubuh Suaminya yang Sedang Tiduran Lalu Membakarnya

Baca: Tak Malu, Anang Lakukan Ini pada Ashanty di Tempat Umum, Pulang Bareng Aurel Hermansyah dari Paris

Jawaban BTN

Direktur Konsumer BTN Budi Satria menyangkal naiknya suku bunga KPR ketika suku bunga BI turun. Dia menjelaskan, sepannjang 2019, BTN baru menaikkan suku bunga KPR sebesar 25 bps, itu pun sebelum BI memutuskan untuk menurunkan suku bunganya.

"Setelah bunga BI turun, kita belum pernah menurunkan bunga KPR," ujar dia kepada Kompas.com, Selasa (27/8/2019).

Dia menjelaskan, kenaikan suku bunga KPR tahun ini merupakan transmisi dari kenaikan suku bunga BI tahun lalu yang mencapai 175 bps atau 1,75 persen menjadi sebesar 6 persen.

Adapun setelah BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga sejak Juli lalu, dan kini sudah sebesar 5,5 persen, BTN pun tengah mengkaji kemungkinan suku bunga KPR kembali diturunkan.

"Kita akan review kemungkinan penurunan suku bunga KPR BTNnya," ujar dia.

Adapun pihak BNI hingga berita ini diturunkan saat ini belum memberikan konfirmasi.
Biaya tinggi

VP Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menjelaskan, cenderung tertahannya penurunan suku bunga KPR di tengah tren suku bunga rendah lantaran bank masih terbebani ongkos pendanaan yang terlampau tinggi.

Selain itu, juga karena tingginya premi risiko perbankan yang dipengaruhi tinggi atau rendahnya kredit.

Walaupun demikian, dengan relaksasi loan to value (LTV) ratio yang dilakukan BI Agustus 2018 lalu, suku bunga KPR berpotensi akan segera turun.

"Oleh sebab itu, permintaan terhadap properti dan KPR diperkirakan akan berangsur naik paling cepat akhir tahun ini ata awal tahun depan," ujar dia.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved