Kriminalitas Tanahlaut

Aniaya Warga Banua Lawas, Ipin Cabak Dibekuk Jajaran Polres Tanahlaut, Mengaku Dendam

Dendam dan merasa trauma, begitulah alasan yang diutarakan oleh Muhammad Arifin atau Ipin Cabak terhadap perilaku menganiaya orang lain di Banualawas.

Aniaya Warga Banua Lawas, Ipin Cabak Dibekuk Jajaran Polres Tanahlaut, Mengaku Dendam
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan berinteraksi dengan pelaku pidana penganiayaan dan ranmor Ipin Cabak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dendam dan merasa trauma, begitulah alasan yang diutarakan oleh Muhammad Arifin atau Ipin Cabak terhadap perilaku menganiaya orang lain yang ia lakukan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu, Ipin Cabak yang belakangan ini dianggap meresahkan warga, sempat menyerang warga Banualawas, Kecamatan  Takisung, Kabupaten Tanahlaut. Atas laporan tersebut, ia pun menjadi buronan oleh Polres Tanahlaut.

Ipin Cabak tertangkap pada Selasa (27/8/2019) di Matah, Kelurahan Pelaihari, Tanahlaut, Kalsel. Ia langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari pengakuannya saat press conference di Polres Tanahlaut, Dipimpin Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan dan di dampingi oleh BNN Tanahlaut, Pihak Kejaksaan Negeri Pelaihari dan Pihak Pengadilan Negeri Pelaihari,Ipin Cabak mengakui semua perbuatannya, Rabu (28/8/2019).

Baca: Satlantas Polres Kapuas Jaring 21 Sepeda Motor dengan Knalpot Blong, Ini Alasannya

Ia menceritakan atas penganiayaan yang ia lakukan. Serta kasus pencurian motor dan pemalakan.

Ipin Cabak mengakui pula, apa yang ia lakukan terhadap orang lain dalam kondisi sadar. Bahkan sebutnya, ketika penyerangan di rumah warga Banualawas, yakni Syahrani ia sama sekali tidak mabuk.

“Saya juga sering ngelem. Tapi pada saat penyerangan itu saya belum menggunakan lem,” ucapnya.

Keterangan Ipin Cabak juga tak ayal membuat orang yang ada di Polres Tanahlaut dan menyaksikan pernyataan itu tersenyum.

Ipin Cabak juga menceritakan dirinya yang kerab mengingat bayangan masa sekolah saat dipukul keluarga dan dikatakan tidak waras. Karena pukulan itu, ia merasa dendam.

Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan pun menanyakan alasan penganiyaan tersebut dilakukan. Jelas Ipin Cabak, selain dendam, faktor tidak suka dikatakan orang kalau dirinya tidak waras juga membuat ia marah.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved