Berita Kesehatan

Diduga Berkait Vape, Remaja di Amerika Alami Kerusakan Paru-paru

Vape hingga kini masih tren di Indonesia. Tapi, perlu diwaspadai karena saat ini penyakit paru-paru menyerang remaja di Amerika

Diduga Berkait Vape, Remaja di Amerika Alami Kerusakan Paru-paru
MakcouD
Ilustrasi vape 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memiliki varian bau yang bermacam-macam membuat penggunaan vape atau vaping hingga kini masih menjadi tren bagi banyak pria di Indonesia.

Namun, bagi kamu yang masih menggunakan vape ada baiknya mewaspadai dampak terhadap kesehatan. Karena, sejumlah remaja di 14 negara bagian di Amerika termasuk di antara banyaknya korban penyakit paru-paru misterius yang tampaknya berkaitan dengan penggunaan vape atau  vaping.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit - Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, banyak dari mereka yang terserang cedera paru-paru akut akibat vaping.

Parahnya, beberapa pasien ini dirawat di ruang intensif dan menggunakan ventilator untuk membantu mereka bernapas dan tetap hidup.

Baca: Begini Saminah dan 3 Anaknya Tutupi Pembunuhan Saudaranya yang Kerangkanya Ditemukan di Banyumas

Baca: Pemuda Tanbu Gelar Entreprenuership Expo di Pantai Pagatan. Jangan Lupa Ayo Saksikan

Baca: Proses Laporan Dugaan Pelecehan Mahasiswi UPR Oleh Oknum Dosen, Polda Kalteng Periksa 19 Saksi

Baca: Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Minggu Raya, Diduga Sebagai Sarang Pesta Lempox

Otoritas medis mengatakan, belum jelas apakah pasien bisa pulih sepenuhnya.

Menurut CDC, setidaknya 31 kasus telah dikonfirmasi pada pertengahan Agustus lalu. CDC mengatakan, sedang menyelidiki 94 kemungkinan kasus di 14 negara bagian.

Para pejabat kesehatan memeringatkan para dokter dan masyarakat, agar waspada terhadap apa yang bisa terjadi akibat cedera paru-paru yang parah dan berbahaya ini.

Gejala penyakit tersebut termasuk kesulitan bernapas, sesak napas, dan nyeri dada. Beberapa pasien juga dilaporkan mengalami demam, batuk, muntah, dan diare.

CDC bekerja dengan departemen kesehatan di lima negara bagian dengan kasus yang dikonfirmasi. Kelima negara bagian tersebut adalah California, Illinois, Indiana, Minnesota, dan Wisconsin.

Rekanan berusaha menentukan penyebab kondisi tersebut, setelah sekelompok penyakit paru-paru yang berhubungan dengan pemakaian rokok elektronik di kalangan remaja dan dewasa dilaporkan selama beberapa minggu terakhir.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved