Berita Banjarmasin

Hasil Belajar Bareng Peneliti ITB, Ketua Gapki Kalsel Ungkap Produk Turunan Kelapa Sawit

Ketua Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) Kalsel Totok Dewanto bersyukur mendapat kesempatan diskusi dan belajar dengan para.

Hasil Belajar Bareng Peneliti ITB, Ketua Gapki Kalsel Ungkap Produk Turunan Kelapa Sawit
istimewa
Ketua Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) Kalsel Totok Dewanto bersyukur mendapat kesempatan diskusi dan belajar dengan para ahli Institut teknologi Bandung (ITB). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) Kalsel Totok Dewanto bersyukur mendapat kesempatan diskusi dan belajar dengan para ahli Institut teknologi Bandung (ITB).

"Alhamdulillah diberi kesempatan untuk diskusi dan belajar dengan para ahli ITB untuk pengembangan industri hilir produk turunan kelapa sawit. Semoga KJPCPS bisa ikut berperan didalamnya dan memberi manfaat bagi pekebun sawit dan negara," ucap Ketua Gapki Kalsel mewakili Koperasi Jasa Profesi Cipta Prima Sejahtera (KJPCPS) ini, Rabu (28/8).

Dia menceritakan, sempat diskusi bahwa dari minyak sawit (CPO) dengan menggunakan Katalis Merah Putih bisa diolah menjadi BBM lebih tinggi dari Pertamax Turbo RON-98; BBM yang dihasilkan RON-110.

Baca: Satu Lagi Bukti Merry Tak Bisa Lepas dari Raffi Ahmad & Nagita Slavina, si Asisten Getol Lakukan Ini

Baca: Perasaan Sebenarnya Keluarga Besar Roger Danuarta Soal Pernikahan dengan Cut Meyriska Terungkap

Baca: Tantangan Sahabat Ruben Onsu pada Peneror Suami Sarwendah, Beban Ayah Angkat Betrand Peto Disebut

Kemudian dari Minyak Kernel Sawit (PKO)+katalis bisa menjadi Bio-avtur, BBM pesawat sehingga import BBM dari minyak bumi bisa dikurangi.

Devisa yg dihemat dari Program B20 (campuran minyak bumi dgn 20 persen FAME-CPO) mencapai Rp.70 Triliun, program B30 diperkirakan bisa hemat Rp.100T.

"Apalagi jika program bio-energi dgn Katalis Merah Putih jalan, penghematan devisa bisa mencapai Rp.400-500T. Dan yang pasti Indonesia sudah mandiri energi. Masih banyak lagi sebenarnya produk turunan yang bisa diolah dari minyak sawit dan minyak kelapa yang dipaparkan Prof. Tatang Hernas & Tim Peneliti ITB," kata dia.

KJPCPS menawarkan kerjasama uji komersial skala kecil sehingga jika layak nantinya bisa diduplikasi koperasi & BUMDes seluruh Indonesia, & bisa menekan biaya distribusi BBM ke seluruh Indonesia. " Untuk di Kalsel sangat prospek sekali, makanya kami kejar ke ITB," kata dia.

Di Kalsel ada 50 perusahaan dan 37 pabrik berada bawah naungan Gapki. Dikatakannya, Kalsel ekspor ke Cina, Jepang, Malaysia, Singapore. Dominan ke Cina. Bahkan kini sudah punya pasar baru, dari Kalsel juga sudah berjalan ke Timur tengah dan Afrika.

" Ada 89 perusahaan di Kalsel , sudah tergabung Gapki 50 perusahaan. Sisanya yang belum gabung kami imbau untuk bergabung agar kekuatan lebih solid. Yang sudah bergabung kuat dan selalu jaga persatuan," kata dia.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved