Tajuk

Kalsel di Ibu Kota Baru

KESERIUSAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindah ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan terbukti. Setelah minta izin kepada anggota DPR RI

Kalsel di Ibu Kota Baru
Banjarmasinpost.co.id/Abdul Ghani
Arus lalulintas di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KESERIUSAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindah ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan terbukti. Setelah minta izin kepada anggota DPR RI, Sabtu (16/8), orang nomor satu di republik ini mengumumkan lokasi ibu kota baru terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di dua kabupaten yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Ada sejumlah alasan mengapa Jokowi memindahkan ibu kota ke kedua wilayah tersebut. Pertama, dua lokasi tersebut memiliki risiko bencana minimal. Kedua, lokasinya strategis berada di tengah-tengah Indonesia. Ketiga, dekat dengan wilayah kota yang berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda. Keempat, infrastruktur di daerah tersebut lengkap dan tersedia lahan pemerintah 180 ribu hektare.

Jokowi juga membeberkan alasan kenapa harus meninggalkan Jakarta sebagai ibu kota. Pertama, beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, keuangan, perdagangan, dan pusat jasa. Kedua, beban Pulau Jawa semakin berat dengan penduduk sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia dan 58 persen PDB di Jawa.

Ada yang paling menarik dari pemindahan ibu kota negara ini. Kalimantan Selatan, salah satu provinsi yang ada di Pulau Kalimantan, kecipratan proyek pembangunan. Ada sekitar 15 proyek besar di Pulau Kalimantan yang digarap seperti pembangunan Jalan Lintas Paralel Perbatasan Kalimantan, Pelabuhan Hub Kijing/Pontianak, pengembangan wilayah metropolitan Banjarmasin dan pengembangan Bandara Singkawang.

Siapkah Kalsel dalam pengembangan wilayah metropolitan Banjarmasin? Jawabnya siap. Salah satunya kesiapannya adalah menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Berdasar Data Badan Pusat Statistik Kalsel, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Selatan tahun 2018 naik kelas berada pada level “tinggi” dengan angka mencapai 70,17 atau tumbuh sebesar 0,75 persen jika dibandingkan tahun 2017. Komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan di antaranya penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,00 tahun, meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemprov Kalsel masih terus fokus menggunakan anggarannya pada pembangunan infrastruktur Sumber Daya Manusia (SDM). Ini terlihat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) Pemprov Kalsel 2020, ancang-ancangnya akan naik dibandingkan tahun 2019. Jika tahun ini APBD Pemprov Kalsel sekitar Rp 6,3 triliun, tahun 2020 digadang mencapai Rp7 Triliun lebih. Tak tanggung-tanggung, anggaran untuk pembangunan SDM ini, Pemprov menganggarkan lebih dari 50 persen dari uang APBD.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan rencana induk (masterplan) pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur akan rampung pada akhir 2020. Sedangkan pembangunan konstruksi fisik ditargetkan selesai 2024 mendatang. Nah seiring berjalannya waktu, SDM Kalsel sudah sangat siap mengisi lapangan kerja yang tersedia di ibu kota baru. Kita optimistis masyarakat Kalsel akan ‘tajir’ dengan ibu kota baru negara di Kaltim. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved