Kriminalitas Tanahlaut

NEWSVIDEO : Selain Pelaku Curanmor dan Memalak Ipin Cabak Ternyata Suka Eksis di Depan CCTV

Ipin Cabak tertangkap pada Selasa (27/8/2019) di Matah, Kelurahan Pelaihari, Tanahlaut, Kalsel. Ia langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dendam dan merasa trauma, begitulah alasan yang diutarakan oleh Muhammad Arifin atau Ipin Cabak terhadap perilaku menganiaya orang lain yang ia lakukan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu, Ipin Cabak yang belakangan ini dianggap meresahkan warga, sempat menyerang warga Banualawas, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut. Atas laporan tersebut, ia pun menjadi buronan oleh Polres Tanahlaut.

Ipin Cabak tertangkap pada Selasa (27/8/2019) di Matah, Kelurahan Pelaihari, Tanahlaut, Kalsel. Ia langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari pengakuannya saat press conference di Polres Tanahlaut, Dipimpin Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan dan di dampingi oleh BNN Tanahlaut, Pihak Kejaksaan Negeri Pelaihari dan Pihak Pengadilan Negeri Pelaihari,Ipin Cabak mengakui semua perbuatannya, Rabu (28/8/2019).

Baca: Empat Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Satpol PP Tanahbumbu Saat di Hotel dan Penginapan

Ia menceritakan atas penganiayaan yang ia lakukan. Serta kasus pencurian motor dan pemalakan.

Ipin Cabak mengakui pula, apa yang ia lakukan terhadap orang lain dalam kondisi sadar. Bahkan sebutnya, ketika penyerangan di rumah warga Banualawas, yakni Syahrani ia sama sekali tidak mabuk.

“Saya juga sering ngelem. Tapi pada saat penyerangan itu saya belum menggunakan lem,” ucapnya.

Keterangan Ipin Cabak juga tak ayal membuat orang yang ada di Polres Tanahlaut dan menyaksikan pernyataan itu tersenyum. Ipin Cabak juga menceritakan dirinya yang kerab mengingat bayangan masa sekolah saat dipukul keluarga dan dikatakan tidak waras. Karena pukulan itu, ia merasa dendam.

Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan pun menanyakan alasan penganiyaan tersebut dilakukan. Jelas Ipin Cabak, selain dendam, faktor tidak suka dikatakan orang kalau dirinya tidak waras juga membuat ia marah.

“Sakit hati saya dikatakan sebagai orang tidak waras,” belanya.

Baca: Jemaah Haji Kapuas Kalteng Tiba Awal September, Wabup Nafiah Ibnor Pimpin Rapat Teknis Pemulangan

Dendam lama, rasa trauma dan kebutuhan Ipin Cabak pada uang membuat lelaki kelahiran 1993 ini menyerang dan memalak warga yang ia dapati. Beberapa kali ujar Ipin ia meminta uang kepada orang yang tidak dikenal senilai Rp 10 hingga 20 ribu, tidak pernah lebih dari Rp 50 ribu.

Sementara pada kasus pencurian motor paparnya, ia memang melakukan hal tersebut. Begitupun kendaraan roda dua yang ia kendarai merupakan hasil curian, bersama satu unit motor Satria F yang sudah menjadi barang bukti dari pihak kepolisian.(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved