Kriminalitas Kalteng

Orangtua Takut Kuliahkan Anak di Universitas Palangkaraya Gara-gara Oknum Dosen Lecehkan 6 Mahasiswi

Penyidik Kepolisian Polda Kalteng hingga, Rabu (28/8/2019) terus memproses kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen

Orangtua Takut Kuliahkan Anak di Universitas Palangkaraya Gara-gara Oknum Dosen Lecehkan 6 Mahasiswi
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penyidik Kepolisian Polda Kalteng hingga, Rabu (28/8/2019) terus memproses kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univeritas Palangkaraya (UPR) terhadap beberapa mahasiswinya.

Sebanyak 19 orang saksi mahasiswi dari enam orang korban pelecehan seksual dan sejumlah saksi dari pihak FKIP UPR telah dimintai penyidik keterangan untuk menindaklanjuti laporan dari para korban mahasiswi yang telah kena pelecehan seksual.

Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan, pihaknya secara serius dalam upaya mengungkap kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh PS oknum dosen UPR yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut.

Baca: BREAKING NEWS : Mahasiswi Korban Pelecehan Oknum Dosen UPR Ini Lapor ke Damang Adat, Begini Alasanya

Baca: Diduga Berkait Vape, Remaja di Amerika Alami Kerusakan Paru-paru

Baca: Begini Saminah dan 3 Anaknya Tutupi Pembunuhan Saudaranya yang Kerangkanya Ditemukan di Banyumas

"Kami sudah melakukan proses hukum terhadap laporan mahasiswi FKIP UPR tersebut dan saat ini sudah masuk dalam tahap Penyidikan seingga oknum dosen tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan masih dalam proses untuk dilakukan penahanan," ujarnya.

Mantan Kapolres Palangkaraya ini, menegaskan, pihaknya akan memproses tuntas kasus tersebut dan masih akan mengumpulkan barang bukti serta memintai keterangan saksi lainnya, selain enam mahasiswi yang mengalami pelecehan."Kasus ini akan terus di proses hingga tuntas," tegas Hendra.

Sementara itu, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen FKIP UPR tersebut juga mendapat tanggapan dari warga Kalteng yang menyekolahkan putrinya di UPR yang mengaku takut anaknya yang masih kuliah diperlakukan yang sama.

"Saya menyekolahkan anak di UPR agar dia pintar dan berakhlak yang baik, perbuatan oknum dosen itu harus diberikan sanksi dan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak terulang lagi," ujar Mina salah seorang warga Kalteng yang merasa was- was terhadap putrinya yang kuliah di FKIP UPR.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved