Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Tampilkan 8 Inovasi ini, Disnakbun Juara Pertama di Banjar Expo 2019

Banjar Expo 2019 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, HM Hilman, Selasa (27/8) malam di RTH Ratu Zalecha Martapura.

Foto HUMAS Kabupaten Banjar
Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar meraih juara pertama serta juara terbaik di lingkup SKPD dalam event yang berlangsung 23 Agustus lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Banjar Expo 2019 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, HM Hilman, Selasa (27/8) malam di RTH Ratu Zalecha Martapura.

Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar meraih juara pertama serta juara terbaik di lingkup SKPD dalam event yang berlangsung 23 Agustus lalu.

Kepala Disbunak, Dondit Bekti, mengatakan bersyukur menyabet juara di Banjar Expo 2019, pihaknya dalam stand menyajikan materi mengadopsi semua tugas dan fungsi dinasnya, baik peternakan dan perkebunan.

Pihaknya lebih condong ke pengolahan hasil dari beberapa komoditas, seperti perkebunan yang mengarah ke hasil pertanian seperti kopi dan sabun serai.

Baca: Dicurigai dari Reino Barack, Inisial R di Buket Bunga Ultah Luna Maya Diungkap, Benarkah Ariel NOAH?

Baca: Wanti-wanti Istri Ahok BTP, Puput Nastiti Devi Saat Berjumpa Zaskia Adya Mecca, Bukan Soal Kehamilan

Baca: Siasat Hotman Paris Patahkan Tuduhan Narkoba & Pornografi dari Pengacara Rey Utami, Farhat Abbas Cs

Baca: FAKTA Lengkap Istri Muda Dalangi Pembunuhan Suami & Anak, Sengketa Rumah hingga Dibakar di Mobil

Sedangkan peternakan adalah telur herbal kemangi.

Dinas Peternakan dan Perkebunan Banjar ada 8 inovasi yang ditampilkan pada Banjar Expo yang dibuka oleh Bupati Banjar, H Khalilurrahman itu.

Dondit juga mengatakan, dirinya sangat yakin jika produk kopi akan bisa mengangkat Kabupaten Banjar.

Dikarenakan sebelumnya Kabupaten Banjar pernah harum karena kopi, sehingga optimistis pihaknya merintis kembali dan membudidayakan kopi sejak tiga tahun terakhir.

"Pada tahun ini sudah mulai panen di Kecamatan Pengaron, saat ini mengambil satu yaitu kopi jenis arabika yang dikembangkan di tiga kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Pengaron yang berada di Desa Loktunggul, Desa Lubangbaru dan Kecamatan Mataraman, serta Aranio," katanya.

Pihaknya untuk saat ini fokus kepada tiga Kecamatan tersebut, jika berhasil maka akan menerapkannya di Kecamatan lain.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved