Berita Tabalong

Burung julang Emas Langka Diamankan KPH Tabalong Dari Warga Desa Purui, Kecamatan Jaro

KPH Tabalong mengamamankan salahsatu burung langka dilindungi yaitu jenis burung Julang Emas (yang memiliki nama latin Undulatus.

Burung julang Emas Langka Diamankan KPH Tabalong Dari Warga Desa Purui, Kecamatan Jaro
HO/KPH Tabalong
Petugas KPH Tabalong mengamamankan burung langka yang dilindungi yaitu jenis burung Julang Emas (yang memiliki nama latin Undulatus). Burung berparuh kuning ini dipelihara oleh salah satu warga di Desa Purui Kecamatan Jaro. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Tabalong mengamamankan salahsatu burung langka dilindungi yaitu jenis burung Julang Emas (yang memiliki nama latin Undulatus.

Burung berparuh kuning ini dipelihara oleh salah satu warga di Desa Purui Kecamatan Jaro.

Kepala KPH Tabaling Heriadi melalui Kabid Pengendalian Zainal Abidin mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada warga yang memelihara burung yang termasuk satwa langka.

Dan pihak dari KPH mencoba melakukan mediasi dengan warga yang telah memelihara burung langgka tersebut selama satu tahun.

Baca: Warga Walatung Labuan Amas HST Lakukan Menangguk Iwak Baimbai, Hindari Penggunaan Setrum

Baca: Prabowo Tunjuk Fadliansyah Jadi Ketua DPRD Banjarbaru 2019-2024, Ini Penjelasan Partai Gerindra

Setelah dilakukan mediasi warga tersebut memahami dan merelakan agar burung yang telah dipelihara dan memiliki nama panggilan “AU” itu untuk dibawa pihak KPH. “Kami mengapresiasi dengan kesadaran warga yang mau kooperatif untuk untuk melepaskan satwa langka tersebut,” ungkapnya.

Burung Julang Emas yang sudah dipelihara sejak kecil itu awalnya diletakkan di dalam kandang dan diberi makan buah buahan, selama dua tahun terakhir warga Purui tersebut tidak mengetahui bahwa burung tersebut merupakan satwa langka yang dilindungi. “Warga tidak tau dan tidak ada niat untuk menjual satwa tersebut, dan kami juga memberikan penyuluhan kepada warga sekitar jika menemukan lagi satwa langka untuk langsung melaporkan ke KPH dan tidak dipelihara apalagi diperjual belikan,” ujarnya.

Burung Julang emas memiliki bentuk yang lebih besar daripada burung pada umumnya, memiliki keindahan pada paruhnya yang berwarna kuning keemasan, anggota KPH membawa burung tersebut dan melepaskan kembali ke hutan Desa Purui Kecamatan Jaro.

“Kami lepaskan di hutan Desa Purui karena warga juga mendapatkan burung tersebut di hutan itu saat sedang pergi ke hutan,” ungkapnya.  Burung Julang Emas yang berjenis kelamin laki laki ini langsung dilepaskan oleh KPH.

Baca: Paku Payung Berhamburan di Jalan A Yani Km 5 Banjarmasin, Pengendara Rame-Rame Memunguti

Baca: Apel Operasi Patuh Intan 2019, Kapolres Tabalong Sebut Muara Uya dan Kelua Titik Rawan Kecelakaan

Hutan Des Purui memang masih tergolong alami, belum banyak aktifitas warga karena lokasinya yang memang cukup luas tak heran jika masih bisa ditemukan satwa langka di area hutan tersebut.

Dikutip dari Wikipedia Burung Julang emas memiliki tubuh berukuran besar (100 cm). Punggung, sayap, perut hitam. Ekor putih. Untuk Burung jantan memiliki kepala berwarna krem. Bulu harus kemerahan bergantung dari tengkuk. Kantung leher kuning tidak berbulu dengan setrip hitam.

Sedangkan Burung betina memiliki Kepala dan leher hitam. Kantung leher biru. Iris merah, paruh kuning dengan tanduk kecil kerenyut, kaki hitam. Terbang dengan kepakan sayap yang berat dan suara keras. Terbang berpasangan atau dalam kelompok kecil.

Sarang berupa lubang pohon yang ditutupi kotoran, dengan betina terkurung didalamnya. Telur berwarna putih berbintik merah dan coklat, jumlah 1-2 butir. Berbiak bulan Juli-September. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved