Kriminalitas Kalteng

Kondisi Mahasiswi Dilecehkan Oknum Dosen UPR Trauma Psikis, BEM: Korban Harus Diperikas Psikiater

Pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangkaraya (UPR) menegaskan akan terus mengawal kasus pelecehan seksual terhadap enam mahasiswi

Kondisi Mahasiswi Dilecehkan Oknum Dosen UPR Trauma Psikis, BEM: Korban Harus Diperikas Psikiater
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Pihak Rektorat UPR saat menjelaskan terkait kasus pelecehan seksual dari oknum dosen FKIP terhadap enam mahasiswinya saat konsultasi pembuatan tugas akhir mahasiswi (Skripsi). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangkaraya (UPR) menegaskan akan terus mengawal kasus pelecehan seksual terhadap enam mahasiswi yang jadi korban oleh oknum dosen di Fakuktas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Wakil Presiden Mahasiswa BEM UPR, Wawan Nofardo, Kamis (29/8/2019) mengatakan, pihaknya sejak awal adanya laporan pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap mahasiswi telah melakukan pengawalan kasus tersebut.

"Kami kawal mereka, ada enam orang rekan mahasiswi yang melaporkan tindakan pelecehan seksual tersebut, bahkan dosen yang melakukan pelecehan sempat mengirim pesan whats app meminta agar kasus jangan diperpanjang dan berdamai saja kepada korban," ujar Wawan.

Baca: Oknum Dosen UPR yang Lecehkan Secara Seksual 6 Mahasiswinya Diancam 9 Tahun Penjara

Baca: Pengorbanan Ashanty Saat Azriel Sakit Disorot, Krisdayanti Begini Kala Adik Aurel Hermansyah di RS

Baca: LIVE VIDIO.COM! Link Live Streaming Drawing Liga Champion 2019/2020, Pengundian Fase Grup Malam Ini

Namun lanjut dia, pihak BEM yang mengawal korban dari awal menegaskan permintaan damai oleh dosen tersebut tidak usah dihiraukan."Kita ini melindungi banyak mahasiswi, sehingga oknum dosen seperti itu harus dihukum berat, agar kelakuan pelecehan tidak dilakukan lagi pada yang lain," ujarnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, saat ini korban pelecehan mengalami trauma psikis, kejiwaan mereka terganggu, sehingga ada diantara mereka yang terus merenung, takut ke kampus, malu, bahkan ada yang ingin berhenti kuliah, karena tekanan yang berat dilakukan oknum dosen tersebut.

"Kami berharap para korban diperiksa psikiater, karena kondisi tekanan psikis mereka terganggu. Hingga saat ini baru enam yang lapor, saya menduga adalagi mahasiswi diperlakukan hal yang sama, tapi mereka diam. Kami membuka pos bagi rekan mahasiswi yang merasa dilecehkan, diperlakukan hal asusila semacam itu," ujanya lagi.

Diungkapkan, para mahasiswi yang menjadi korban pelecehan tersebut, rata-rata adalah mahasiswi tingkat akhir, yang diperlakukan atau dilecehkan saat mahasiswi konsultasi tentang penyusunan skripsi atau tugas akhir di kampus.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved