Opini

Meluruskan Paradigma Pendidik

Disini, pendidik memikul amanah dalam mendidik. Sehingga, pendidik atau guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan

Meluruskan Paradigma Pendidik
Kominfo Kabupaten Banjar
Ilustrasi-Memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-23 tahun 2019, Bupati Banjar H Khalilurrahman memimpin upacara di halaman Pemkab Banjar, Kamis (2/5). 

Oleh: Amarta Risna D Faza, Ketua Bidang Program Pendidikan Ilmu Politik Monash Institute Semarang

BANJARMASINPOST.CO.ID - “Tidak ada suatu negara yang maju, tanpa pendidik yang hebat.” Begitulah kiranya pesan dari Bapak Jusuf Kalla (Wakil Presiden 2014 – 2019).

Disini, pendidik memikul amanah dalam mendidik. Sehingga, pendidik atau guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.

Dalam bahasa Arab, pendidikan disebut tarbiyah. Kata ini, masih seakar dengan kata Rabb, seperti dalam kalimat Rabbu al-‘Aalamiin. Sehingga mendidik juga merupakan tugas ke-Ilahian. Seakar juga dengan kata riba yang artinya menumbuhkan uang. Tarbiyah adalah proses menumbuhkan karakter-karakter positif dalam jiwa manusia.

Sangatlah tepat jika pendidik disebut juga sebagai guru. Yaitu, mereka yang dengan penuh kesabaran dan ketrampilan ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka, tujuan utama seorang guru adalah mendidik.

Baca: Tutupi Defisit Rp 32 Triliun, Pemerintah Rencanakan Naikan Iuran BPJS 100 Persen

Baca: Aktor Aquaman dan Anjingnya Terkurung 2 Jam dan Kelaparan, Jason Momoa Gagal Bobol Atap Lift

Baca: Bentrok di Deiyai Papua, Massa Rampas 10 Senjata Api TNI dan Polisi, 1 Prajurit Gugur, 2 Warga Tewas

Baca: Kelompok Si Gila Cs Serang dan Bakar Klub Penari Telanjang di Meksiko, 25 Orang Tewas

Untuk dapat mendidik, guru dituntut untuk mampu menguasai materi yang akan ditransformasikan serta dapat dijadikan teladan.

Sering kita dengar dalam kaidah bahasa Jawa, bahwa guru merupakan akronim digugu dan ditiru (dipercaya dan dicontoh). Kalau dalam sistem pendidikan, guru berperan sebagai center of seing atau panutan bagi peserta didik.

Guru, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan, namun juga harus berperilaku sesuai norma dan aturan yang berlaku. Ketika tidak mampu mengimplementasikannya, maka bisa dipastikan, yang dididik akan mengalami dekadensi intelektual dan moral.

Kerja Ikhlas

Mendidik merupakan tugas mulia dan tidak ringan. Bukan sekedar mencerdaskan tapi harus menjadikan orang yang dididik memiliki karakter. Sangat tidak dibenarkan apabila mendidik atau mengajar dijadikan sebagai profesi yang berorientasi mencari uang dan menumpuk kekayaan.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved