Berita Batola

Festival Nanas Mekarsari 2019 Batola Diundur Selasa 10 September 2019, Ada Parade Sepeda Onthel

Festival Nanas Mekarsari 2019 Diundur hari Selasa 10 September 2019, Ada Parade Sepeda Onthel dan Kirab Produk Unggulan

Festival Nanas Mekarsari 2019 Batola Diundur Selasa 10 September 2019, Ada Parade Sepeda Onthel
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Ribuan warga berebutan nanas dalam Festival Nanas Kemerdekaan, Senin (20/8/18) lalu di lapangan Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pelaksanaan Festival Nanas Mekarsari 2019 yang direncanakan digelar pada Minggu (8/9/19) pagi mendatang di lapangan Sepak Bola Hardoko, Desa Tamban Raya, Km 12.5, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola ternyata diundur pada Selasa (10/9/19) mendatang.

“Iya Insya Allah kita akan menggelar festival Nanas Mekarsari 2019 pada Selasa (10/9/19) mendatang. Jadi diundur. Bukan pada Minggu (8/9/19). Pengunduran pelaksanaan jadwal festival nanas ini karena menyesuaikan dengan jadwal pimpinan,” ujar Camat Mekarsari, Moch Aziz, Jumat (30/8/19).

Menurut Aziz, dengan Festival Nanas Mekarsari 2019, ini diharapkan ke depan kecamatan Mekarsari akan menjadi daerah tujuan wisata. Selain itu, event ini diharapkan akan bisa memompat semangat dan memotivasi petani untuk bisa menghasilkan nanas super.

“Festival Nanas Mekarsari 2019 kali ini akan berbeda dengan Festival Nanas Kemerdekaan, Senin (20/8/18) lalu karena ada parade sepeda onthel dan kirab produk-produk unggulan desa (9 desa),” katanya. 

Baca: Besok Haul ke 254 Datu Sanggul di Tatakan Tapin, Disediakan 20 Ribu Nasi Bungkus Gratis

Baca: Bahrian Minta Penataan 250 Kios Pasar Induk Handil Bakti Batola Tak Mubazir Lagi, Ini Sorotannya

Baca: Kondisi Sheila Marcia Saat Roger Danuarta & Cut Meyriska Menikah, sang Mantan Pacar Lari ke Sini?

Baca: Inisial R Mulai Terkuak! Luna Maya Ingin Bahagia Sama-sama Ariel NOAH, Faisal Nasimuddin Lakukan Ini

Baca: Tindakan Hotman Paris Bikin Elza Syarief Terbata-bata Pasca Dilabrak Nikita Mirzani, Ini Sebabnya

Jika tak aral, sambung Aziz, pembuatan tugu atau tumpeng nanas raksasa ini memerlukan sekitar 4.000 ribu buah nanas.

Untuk proses rangka dan pembuatan tumpeng nanas raksasa ini melibatkan perangkat desa dan unsur-unsurpemuda (karang taruna) serta ibu-ibu PKK.

Dijelaskan Aziz, tumpeng raksasa nanas serupaa juga pernah dipamerkan saat Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola 18 sampai 21 Oktober 2018 silam.

Di depan panggung utama acara HPS, Pemkab Batola mempersembahkan tumpeng nanas raksasa sehingga pusat perhatian ribuan tamu nasional dan internsional saat itu

“Tumpeng raksasa di lokasi HPS perlu sekitar 4.500 nanas dengan dengan ketinggian sekitar 7,3 meter,” katanya.

Aziz menambahkan secara tidak langsung dengan keberadaan tumpeng nanas raksasa di lokasi HPS waktu itu akan mempromosikan produk unggulan pertanian Batola tersebut ke dunia internasional. Semau perangkat kecamatan dan desa dikerahkan saat itu untuk ikut membangun tumpeng nanas raksasa..

Dijelaskannya, untuk merangkai menara tumpeng nanas di lokasi HPS diperlukan waktu sekitar satu minggu. Program pembuatan tumpeng nanas raksasa ini dari Dinas Pertanian Kabupaten Batola dan Kecamatan Mekarasari sebagai pelaksanannya.

Aziz berharap ke depan Kecamatan Mekarsari bisa menjadi kawasan Agropolitian buah nanas. Kelebihan bertanam buah nanas itu petani bisa melakukan rekayasa panen, yakni buah nanas Tamban yang ditanam di Kecamatan Mekarsari.

“Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian, menyebutkan nanas yang ditanam di Kecamatan Mekarsari itu adalah jenis Nanas Tamban,” katanya.

Aziz ingin event tumpeng nanas raksasa ini bisa menjadi agenda tahunan dan melihatkan dinas terkaits eperti dinas pertanian dan dinas pariwisata di Kabupaten Batola sehingga gaungnya lebih terasa di luar.

(banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved