Breaking News:

Berita Tabalong

Ternyata 100 Orang Lebih Karyawan PT SIS Keracunan di Tabalong & Barito Timur, Gara-gara Nasi Kotak?

Ternyata 100 Orang Lebih Karyawan PT SIS Keracunan di Tabalong & Barito Timur, Gara-gara Nasi Kotak?

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Royan Naimi
polres tabalong
Korban keracunan makanan dari PT SIS saat mendapat perawatan di rumah sakit di Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Ternyata 100 Orang Lebih Karyawan PT SIS Keracunan di Tabalong & Barito Timur, Gara-gara Nasi Kotak?

Anggota Polres Tabalong terus melakukan penjagaan di Rumah Sakit Pertamina dan RSUD Badaruddin Kasim.

Penjagaan ini dilakukan karena adanya laporan bahwa terjadi dugaan adanya keracunan massal yang terjadi di lingkungan PT Sapta Indra Sejati (SIS) Barito Timur, Kalteng, Jumat (30/08/2019).

Keluhan yang dirasakan oleh karyawan setelah mengonsumsi makanan dari perusahaan adalah pusing dan mual.

Informasi didapat dari Polres Tabalong, setelah sebagian karyawan masuk rumah sakit pada menjelang Magrib jumlah karyawan bertambah hingga malam.

Baca: BREAKING NEWS: Puluhan Karyawan PT SIS Barito Timur Diduga Keracunan, Dilarikan ke 3 Rumah Sakit

Baca: Lion Air Group Terapkan Tarif Bagasi Baru, Sesuaikan Tarif Kelebihan Berat Bagasi

Baca: Kegagalan Pernikahan Merry Disebut Raffi Ahmad, Sinyal Bakal Balik Kerja pada Suami Nagita Slavina?

Baca: Kumpulan Kata-Kata untuk Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1441 H, 1 Muharram 2019, Kirim IG, FB & WA

Pengakuan dari karyawan bahwa mulai pusing setelah memakan makanan catering berupa nasi kotak yang dibagikan.

Untuk jenis menu makanan masih dalam pemeriksaan.

Informasi terakhir jumlah karyawan yang dirawat di RSUD Badaruddin Kasim berjumlah 82 orang dan 33 orang sudah diperbolehkan pulang.

Karyawan yang dirawat di Rumah Sakit Pertamina berjumlah 14 orang, dirawat di RSUD Balangan 15 orang dan RSUD Tamiyang satu orang.

Sementara jumlah karyawan yang dirawat akibat dugaan keracunan massal ini berjumlah 112 orang.

Kasat Reskrim Polres Tabalong AKP Matnur mengatakan pihaknya mengamankan sampel makanan untuk dilakukan pengecekan.

"Kami juga tengah mencari barang bukti lain dan mengumpulkan data," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved