Tajuk

Dosen Asing, Siapkah Kita?

Kemenristek Dikti terus mematangkan rencana penggunaan rektor asing di perguruan tinggi di Indonesia.

Dosen Asing, Siapkah Kita?
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kemenristek Dikti terus mematangkan rencana penggunaan rektor asing di perguruan tinggi di Indonesia.

Setelah Presiden menyetujui wacana tersebut, Menristek Dikti Mohamad Nasir mengaku telah memetakan perguruan tinggi mana saja yang dijajaki rektor asing.

Data dari Kemenristekdikti menunjukkan saat ini sudah ada 30 dosen asing mengajar di Indonesia. Rencananya, akan ada 200 dosen asing yang diimpor ke Indonesia.

Jangan salah, peminatnya pun sudah mengantre. Sebut saja Australia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Baca: Mengembangkan Obat Antikanker Berbasis Bajakah

Baca: Film Gundala Putra Petir Ramai Diserbu Penonton, Ini Hasil Riset Kenapa Manusia Suka Superhero

Baca: Berawal dari Clening Servis, Begini Perasaan Dede Sunandar Bergaul Selebritis Saetelah Sukses

Baca: Iga Bakar Saus Telur Asin, Kreasi Masakan Baru Dafam Hotel Banjarbaru Menggoyang Lidah

Bagaimana dengan dosen lokal? Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ali Ghufron Mukti memastikan bahwa kehadiran para dosen asing tersebut tidak akan mengancam eksistensi dosen Indonesia.

Sebaliknya, para dosen yang didatangkan merupakan akademisi berkelas dunia yang berperan sebagai katalisator untuk mempercepat akselerasi pembangunan ilmu pengetahuan Indonesia.

Dosen Indonesia tetap menjalankan tugas sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Sementara tugas dosen asing hanya pada pengembangan penelitian, tidak termasuk pengajaran dan pengabdian masyarakat.

Jika kita telisik lebih dalam lagi, maka akan kita dapati bahwa impor rektor dan dosen ini merupakan konsekuensi keanggotaan Indonesia di WTO dimana negara dijerat karena harus mengadopsi hasil perjanjian internasional termasuk diantaranya adalah aspek jasa yang juga dijadikan sebagai komoditas perdagangan.

Banyak pihak yang setuju dengan impor dosen asing. Tapi, tak sedikit pula yang keberatan dan menyebut peningkatan ranking perguruan tinggi membutuhkan proses dan waktu, bukan dengan jalur pintas mendatangkan rektor atau dosen asing.

Memang, kedatangan dosen asing, dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

Sebut saja dosen asing bisa memajukan riset Indonesia, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di Indonesia, bahkan kemungkinan bisa ikut meningkatkan kualitas dosen di tanah air dan membuat universitas di Indonesia go international.

Baca: Tim Peneliti PTUPT Uniska Kunjungi Lokasi Pengolahan Air Limbah Jadi Air Bersih di Tabalong

Baca: Siapa Tertarik Ingin Jadi Anggota BPD di Kabupaten Banjar? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Baca: NEWSVIDEO : Keteguhan Pamuda Jalan Kaki 35 Km Tunaikan Nazar Bertemu Bupati Kotabaru

Kehadiran dosen asing, mau tidak mau memacu dosen lokal untuk bersaing meningkatkan kualitas dan kemampuan.

Selain itu, yang paling penting adalah kejelasan posisi dosen asing di Indonesia tidak mengancam eksistensi dosen lokal.

Dan negara perlu memfasilitasi dosen lokal agar mampu mengajar dengan kompeten dan maksimal. Semoga keberadaan dosen asing menjadikan mutu lulusan perguruan tinggi di Indonesia lebih baik dan memiliki daya saing yang tak kalah dengan lulusan luar negeri. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved