Berita Tabalong

Keracunan Massal Karyawan PT SIS Tabalong, Sisa Muntahan Dikirim ke Lab Banjarmasin

Polres Tabalong terus melakukan pengumpulan data untuk kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh PT SIS Tabalong.

Keracunan Massal Karyawan PT SIS Tabalong, Sisa Muntahan Dikirim ke Lab Banjarmasin
Istimewa
Polres Tabalong terus melakukan pengumpulan data untuk kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh PT SIS Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNGPolres Tabalong terus melakukan pengumpulan data untuk kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh PT SIS Tabalong.

Diketahui setidaknya ada 119 karyawan PT SIS yang mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit yaitu RS Pertamina, RSUD Badaruddin Kasim dan RSUD Balangan pada Jumat (30/08/2019) malam.

Saat ini seluruh karyawan telah bisa dipulangkan karena kondisi yang telah membaik, diketahui pada karyawan mulai merasa pusing dan mual setelah mengonsumsi nasi kotak yang disediakan oleh pihak catering perusahaan. Menu yang disajikan adalah ayam kuah, sambel goreng hati, capcai dan nasi putih.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono mengatakan pihaknya terus bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dan pihak perusahaan untuk melanjutkan investigasi. Pihak perusahaan memang memiliki SOP dalam memberikan makanan kepada karyawan dengan menyisakan makanan yang dibagikan ke karyawan untuk disimpan sebagai sample.

Baca: BREAKING NEWS- 13 Artis Ibu Kota Melenggang ke DPR, Tapi Tak Ada Mulan Jameela, Ini Nama-namanya

Baca: Dul Jaelani Cueki Mulan Jameela? Ucapan Maia Estianty & Irwan Mussry Direspons Putra Ahmad Dhani

Baca: Sedih Mendalam, SBY Menahan Tangis Saat Nama Ani Yudhoyono Disebut-sebut di Pemakaman Ibunda

“Sudah menjadi SOP perusahaan, jadi kami juga mudah untuk mendapatkan sample makanan yang belum dimakan dan disimpan di lemari pendingin, kami juga mengamankan makanan sisa yang telah dimakan serta muntahan dari karyawan untuk dilakukan pengecekan di lab Banjaemasin dan kami bawa malam ini,” ujar AKBP Hardiono, Sabtu (31/08/2019).

Angggota Polres Tabalong juga mendatangi tempat memasak yang ada di Pembataan Kecamatan Murung Pudak. Mereka didampingi oleh Dinas Kesehatan mengambil sample bahan makanan mentah yang digunakan untuk memasak. “Hari ini kami mengambil samplebahan mentah yang digunakan untuk memasak, dan akan membawanya ke lab bersamaan dengan sample lain,” ungkapnya.

AKBP Hardiono menambahkan sejak adanya laporan keracunan massal pihaknya fokus pada penanganan korban dan pengumpulan barang bukti. “Saat ini kami fokus penyelidikan barang bukti sementara belum ada pemanggilan saksi namun akan dilakukan segera dan akan dimulai dari karyawan dan pihak catering serta pihak perusahaan,” ungkapnya.

Terpisah Nani Koesuma Wasti Kasubag Hukum dan Humas RSUD Badaruddin Kasim mengatakan bahwa pihak rumah sakit menerima pasien sejak pukul 16.00 wita dan terus berdatangan hingga puluhan orang, pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan awal dengan keluhan pusing, mual dan diare.

“Kondisi setiap pasien berbeda, dan seluruhnya dilarikan ke IGD untuk mendapatkan perawatan pertama, pasien mendapatkan cairan infus,” ujarnya.

Sejak masuk pada pukul 16.00 pasien sudah ada yang diperbolehkan pulang pada pukul 20.00 wita ada pula yang mendapatkan perawatan lanjutan. “Setiap pasien berbeda lama penyembuhannya sampai tadi malam banyak yang langsung melanjutkan rawat jalan,” ujarnya. Saat ini seluruh korban sudah dipulangkan seluruhnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniwati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved