Opini

Mengembangkan Obat Antikanker Berbasis Bajakah

Tanaman bajakah menjadi viral pascapenelitian tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya memenangkan Medali Emas World Invention Olympic (WICO) di Korea Selatan

Mengembangkan Obat Antikanker Berbasis Bajakah
Adrie P. Saputra | Facebook Stalino
Berdasarkan temuan tiga siswa dari SMAN 2 Kota Palangkaraya itu, tanaman bajakah disebut bisa menyembuhkan kanker kini marak dijual di Kalteng maupun secara online. 

Oleh: Ani Agustina SFarm MSc Apt Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan  Universitas Sari Mulia Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanaman bajakah dari Kalimantan Tengah menjadi viral pascapenelitian tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya memenangkan Medali Emas World Invention Olympic (WICO) di Korea Selatan. Pasalnya penelitian tanaman bajakah diklaim dapat menyebuhkan secara total penyakit kanker, padahal penelitian yang dilakukan adalah penelitian tahap awal.

Tentu patut diapresiasi langkah yang dilakukan oleh ketiga siswa tersebut untuk terlibat dalam usaha mereka mengembangkan tanaman obat tradisional Indonesia.

Namun bagi saintis yang bergelut di bidang pengembangan tanaman obat tradisional Indonesia, menjadi sebuah kekhawatiran jika terjadi over-claimed terhadap kemampuan tanaman bajakah dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit kanker.

Sisi lain, banyak media yang memberitakan bahwa tanaman bajakah kemudian dieksploitasi dan dijual dengan harga yang fantastis.

Baca: Kalsel Expo Dibuka, Paman Birin Harapkan Kedepan Gaungnya Bisa Lebih Mendunia

Baca: Berawal dari Clening Servis, Begini Perasaan Dede Sunandar Bergaul Selebritis Saetelah Sukses

Baca: Film Gundala Putra Petir Ramai Diserbu Penonton, Ini Hasil Riset Kenapa Manusia Suka Superhero

Baca: Iga Bakar Saus Telur Asin, Kreasi Masakan Baru Dafam Hotel Banjarbaru Menggoyang Lidah

Kebanyakan masyarakat mengetahui bahwa penggunaan obat tradisional pasti tidak memiliki efek samping. Ada persepsi yang harus diluruskan disini bahwa penggunaan obat tradisional yang tidak terukur juga memiliki efek samping.

Apalagi tanaman bajakah baru diujicobakan pada tikus yang diinduksi dengan sel kanker, dan belum pernah diujikan secara klinis.

Berbagai media pula menginformasikan bahwa tanaman bajakah merupakan tanaman rambat yang mengandung beberapa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, fenolik, dan kaya akan antioksidan. Kandungan itulah yang kemudian diklaim sebagai senyawa yang dapat menyembuhkan kanker pada tikus percobaan.

Mengulik lebih dalam lagi, metabolit sekunder berupa flavonoid berperan sebagai antioksidan, tetapi hampir semua tanaman memiliki kandungan senyawa yang terdapat dalam tanaman bajakah.

Lalu apa yang membedakan tanaman bajakah yang dapat menyembuhkan kanker secara total dibandingkan dengan tanaman lain jika kandungan senyawa metabolit sekunder setiap tanaman hampir sama?

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved