Kriminalitas HST

Ayah Korban Minta Hukuman Kebiri, Kasus Pencabulan Santriwati oleh Pimpinan Ponpes ke Kejaksaan HST

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren di Limpasu Kecamatan Limpasu, Ahmad Junaidi, rencananya bakal sidang perdana

Ayah Korban Minta Hukuman Kebiri, Kasus Pencabulan Santriwati oleh Pimpinan Ponpes ke Kejaksaan HST
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi: Korban perundungan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus pencabulan yang dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren di Limpasu Kecamatan Limpasu, Ahmad Junaidi, rencananya bakal sidang perdana pada 4 September lagi.

Apalagi Ahmad Junaidi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Hulu Sungai Tengah pada Mei 2019 lalu.

Polres Hulu Sungai Tengah sudah melakukan pelimpahan ke kejaksaan sepekan lalu. Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Sandi, membeberkan jika berkas sudah dinyatakan lengkap dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Dibeberkannya, jumlah korban yang semula tujuh orang kini menjadi sembilan orang. Dua orang yang ikut melapor yakni R (21) dan SM (19) dari Kapuas dan Batola.

Baca: Penyebab Sebenarnya Syahrini Diusir Saat Nonton Drama Musikal Aladdin, Istri Reino Barack Ungkap Ini

Baca: Peristiwa Aneh Saat Ifan Seventeen Manggung, Aksi Suami Dylan Sahara Ditonton Ribuan Makhluk Halus?

Baca: Warga Kalteng Mengutuk Ayah yang Pembunuh Anak Kandungnya, Pelaku Diancam Hukuman Berlapis

Tujuh korban yang melapor lebih awal yakni TA (9), KA (12),SA (15),S (18), R (19),N (14),MS (15).

"Kalau sudah dilimpahkan jika ada yang melapor berarti kasus baru lagi," bebernya.

Orangtua korban KA, Uwah, berharap tersangka dihukum seberat-beratnya.

Ia berharap hukuman kebiri seperti yang terjadi di Jawa Timur dapat diberlakukan di Hulu Sungai Tengah.

"Korbannya banyak mencapai sembilan orang. Itu yang sudah lapor," katanya.

Bahkan, kebanyakan korban Junaidi adalah anak di bawah umur.

Halaman
123
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved