Berita Banjarmasin

Pemerintah Dalami Alternatif Pemanfaatan Void Bekas Tambang di Kalsel

Lubang bekas tambang (void) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat sebanyak 196 lubang dengan ukuran dan kedalaman yang beragam.

Pemerintah Dalami Alternatif Pemanfaatan Void Bekas Tambang di Kalsel
kompas.com
bekas galian tambang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lubang bekas tambang (void) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat sebanyak 196 lubang dengan ukuran dan kedalaman yang beragam.

Mayoritas Void-void tersebut merupakan peninggalan kegiatan pertambangan Pemegang Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Pemerintah Provinsi Kalsel bersama akademisi masih berupaya mendalami data dan kondisi void yang ada di Kalsel untuk memanfaatkannya, dimana saat ini banyak diproyeksikan menjadi objek wisata.

Namun ternyata tak melulu dijadikan objek wisata, void bekas galian tambang dapat dijadikan hal bermanfaat lainnya diantaranya sebagai embung.

Baca: Hutang Dana Jamrek Perusahaan Pertambangan di Kalsel Tersisa Rp 32 Miliar

Baca: Bacaan Niat Puasa Muharram, Puasa Tasua & Puasa Asyura, Cek Jadwalnya di Tahun Baru Islam 1441 H

Baca: Elza Syarief Pengacara Sajad Ukra Akui ini pada Kak Seto Setelah Dilabrak Nikita Mirzani

Baca: Kena Usir Syahrini di Singapura Buat Istri Reino Barack Panik Bawa Ponakan Keluar Saat Lihat Aladdin

Dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Kalsel, Ikhlas Indar, sudah ada contoh pemanfaatan void bekas tambang PT Arutmin di Sepapah, Kotabaru, Kalsel yang dijadikan embung.

Bahkan menurutnya embung tersebut dijadikan sumber air baku bagi masyarakat di sekitarnya.

Ikhlas menekankan memang tidak semua void bekas tambang yang terisi air membuat kondisi air menjadi asam dan sulit dimanfaatkan.

Pasalnya ada sebagian void yang ternyata memiliki kandungan asam minimal dan berangsur netral setelah beberapa waktu.

"Apalagi seperti di pesisir utara, jika bisa dijadikan embung dan sumber air baku sangat bermanfaat khususnya di musim kemarau," kata Ikhlas.

Selain aspek pemanfaatan, pihaknya juga terlibat dalam pembahasan perkiraan jumlah void bekas tambang pada dokumen pasca tambang yang disusun perusahaan pertambangan untuk dapatkan IUP.

Pihaknya berupaya untuk meminimalkan jumlah void yang muncul akibat kegiatan eksplorasi tersebut.

Dalam penyusunan rencana pemanfaatan void, perusahaan juga menurut Ikhlas diminta melibatkan masyarakat sekitar supaya nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved