Berita Tabalong

Puluhan Karyawan PT SIS Keracunan Massal, Polisi Menunggu Hasil Laboratorium di Banjarmasin

Polres Tabalong telah mengirim sample makanan yang diduga menjadi penyebab dugaan keracunana makanan yang dialami oleh karyawan PT SIS

Puluhan Karyawan PT SIS Keracunan Massal, Polisi Menunggu Hasil Laboratorium di Banjarmasin
Istimewa
Polres Tabalong terus melakukan pengumpulan data untuk kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh PT SIS Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNGPolres Tabalong telah mengirim sample makanan yang diduga menjadi penyebab dugaan keracunana makanan yang dialami oleh karyawan PT SIS, sample dikirimkan ke Laboratorium Banjarmasin pada Minggu (01/09/2019).

Yang dilakukan pemeriksaan adalah sisa muntahan dari karyawan, sisa makanan yang telah dimakan, makanan yang masih belum dimakan dan bahan baku pada proses memasak.

Saat ini Polres Tabalong juga terus melakukan pengumpulan data untuk kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh PT SIS Tabalong.

Diketahui setidaknya ada 119 karyawan PT SIS yang mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit yaitu RS Pertamina, RSUD Badaruddin Kasim dan RSUD Balangan pada Jumat (30/08/2019) malam.

Baca: Pemeran Perempuan Video Mesum di Banjarmasin, Ternyata Kuliah di PTS dan Nunggak Bayar Kuliah

Baca: VIRAL di Media Sosial, Ternyata Kisah Horor KKN di Desa Penari Akan Diterbitkan Jadi Novel

Baca: Tarif Baru Ojek Online Motor Berlaku Mulai Besok, Kalimantan Masuk Zona 3, Ini Daftar Harganya

Menunggu hasil lab keluar dari Laboratorium Polres Tabalong juga akan mengumpulkan bukti melalui saksi saksi. Kapolres Tabalong AKBP Hardiono mengatakan untuk pemanggilan saksi nantinya dimulai dengan memanggil karyawan yang pastinya sudah dipastikan dalam kondisi sehat dan bisa dimimntai keterangan.

“Dengan meminta keterangan dari karyawan agar rebih runut kejadian peristiwanya, kami juga kaan meminta keterangan dari pihak catering dan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Diketahui pada Jumat(30/08/2019) 119 karyawan mulai merasa pusing dan mual setelah mengonsumsi nasi kotak yang disediakan oleh pihak catering perusahaan. Menu yang disajikan adalah ayam kuah, sambel goreng hati, capcai dan nasi putih.

AKBP Hardiono menambahkan pihaknya terus bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dan pihak perusahaan untuk melanjutkan investigasi. Pihak perusahaan memang memiliki SOP dalam memberikan makanan kepada karyawan dengan menyisakan makanan yang dibagikan ke karyawan untuk disimpan sebagai sample. “Sudah menjadi SOP perusahaan, jadi kami juga mudah untuk mendapatkan sample makanan yang belum dimakan,” ujar AKBP Hardiono.

Angggota Polres Tabalong sebelumnya juga mendatangi tempat memasak yang ada di Pembataan Kecamatan Murung Pudak. Mereka didampingi oleh Dinas Kesehatan mengambil sample bahan makanan mentah yang digunakan untuk memasak.

Terpisah A Rizaq Fuadi Deputy Project Manager PT Saptaindra Sejati mengatakan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan juga melakukan investigasi secara internal atas penyebab terjadinya keracunan makanan ini. "Dari hasil investigasi ini kami akan melakukan tindakan yang diperlukan agar kedepan kejadian ini tidak terulang kembali," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Renikurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved