Kriminalitas Kalteng

Warga Kalteng Mengutuk Ayah yang Pembunuh Anak Kandungnya, Pelaku Diancam Hukuman Berlapis

Pembunuhan sadis yang dilakukan Mardi (37) ayah terhadap anak kandungnya Eko Saputra (15) siswa SMP di Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Warga Kalteng Mengutuk Ayah yang Pembunuh Anak Kandungnya, Pelaku Diancam Hukuman Berlapis
Polres Palangkaraya
Pelaku saat diamankan polisi Palangkaraya bersama barang bukti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pembunuhan sadis yang dilakukan Mardi (37) ayah terhadap anak kandungnya Eko Saputra (15) siswa SMP di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (31/8/2019) mendapat sorotan banyak kalangan di Kalimantan Tengah yang mengutuk keras hal tersebut.

Mardi yang diamankan polisi, Minggu (1/9/2019) setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan istri pelaku juga adik korban terkait tewasnya korban yang diduga akibat dibunuh Mardi yang tak lain adalah ayah kandung korban sendiri.

Mardi mengakui kesalahannya telah melakukan pembunuhan tersebut lantaran tak kuat menahan amarah atau emosi terhadap anaknya yang saat itu bikin gaduh karena berkelahi dengan adiknya gara-gara rebutan kue dan jengkel karena korban terlalu lama disuruh beli es kelapa dan kue.

Baca: Eko Saputra Ditusuk di Depan Adik dan Ibunya, Sang Ayah Emosi karena Korban Berantem dengan Adiknya

Baca: KEREN! Kemasan Rokok di Thailand Bakal Tanpa Merek dan Logo, Berlaku Per 12 September

Baca: Dua Tersangka Pembunuhan Warga Jawa Timur Berhasil Dibekuk Polisi Tabalong

Akibat ulah sang ayah yang tega membunuh anaknya dengan pisau ini penyidik kepokisian mengancam pelaku dengan ancaman hukuman berlapis dengan ancaman hukuman sangat tinggi, karena dinilai perbuatannya yang sangat tidak manusiawi.

Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul RK Siregar menegaskan, beberapa pasal ancaman hukuman yang dikenakan kepada pelaku antara lain, selain di jerat dengan Pasal 80 ayat 4 UU RI No .17 tahun 2016 tetang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 20 tahun.

Selain itu, penyidik juga mengenakan UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pasal 44 ayat 4 UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT, ancaman penjara 15 tahun. Selain itu juga, Pasal 338 atau Pasal 359 KUH-Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved