Kriminalitas Banjarmasin

Driver Gojek dan Grab Korban Penipuan Orderan Fiktif Berjumlah Sekitar 50 Orang, ini Kronologisnya

Beberapa orang penyedia jasa Gojek maupun Grab di Banjarmasin, yang menjadi korban penipuan orang yang tidak bertanggung jawab, dengan modus menjemput

Driver Gojek dan Grab Korban Penipuan Orderan Fiktif Berjumlah Sekitar 50 Orang, ini Kronologisnya
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Beberapa orang penyedia jasa Gojek maupun Grab di Banjarmasin, diduga menjadi korban penipuan orang yang tidak bertanggung jawab. Tampak mereka sedang berkumpul di Jalan Veteran Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa orang penyedia jasa Gojek maupun Grab di Banjarmasin, yang menjadi korban penipuan orang yang tidak bertanggung jawab, dengan modus menjemput barang dari ekspres, berjumlah sekitar 50 orang, Senin (2/9/2019) pagi.

Para Gojek dan Grab memiliki solidaritas yang cukup tinggi dan luar biasa.

Mereka tampak berkumpul di kawasan Jalan Veteran, depan salah satu depot atau rumah makan.

Jumlah 50 Gojek dan Grab sebanyak itu karena memesannya bersama-sama, dan mereka berkumpul di satu titik Jalan Veteran.

Salah satu Gojek yang menjadi korban selain Siti Masitah, juga ada Muhammad Saidi (35).

Baca: BREAKING NEWS: Driver Gojek dan Grab Jadi Korban Penipuan, Dapat Orderan Fiktif

Baca: FAKTA Lain Kerusuhan di Jayapura, dari Kantor Gubernur Papua Dijarah hingga Gedung KPU Dibakar

Baca: Kehidupan Pribadi Elza Syarief Dibongkar Nikita Mirzani, Utang Rp 18 M Pengacara Sajad Ukra Disebut

 

Menurut dia, korban yang menjadi penipuan ekspres fiktif berjumlah 40 orang.

Dia sangat menyayangkan atas orderan fiktif tersebut.

Ditanya, berapa nilai atau jasa apabila mengantar barang jemputan, menurutnya sekitar Ro100 ribu, apalagi memakan waktu selama 30 menit.

"Karena orang yang mau minta diantarkan barang tak bisa ditelepon dan alamat palsu, maka pesanan barang terpaksa dibatalkan," ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan kejadian ini, Muhammad Saidi mewakili Gojek dan Grab, diharapkan oknum masyarakat seperti ini jangan melakukan penipuan.

Hingga kini, atas penipuan itu, mereka belum ada rencana melapor ke polisi. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved