Berita Kesehatan

Inilah 6 Penyebutan Penyakit yang Hanya Ada di Indonesia, Mau Tahu? Ini Jenis-jenisnya

Jenis-jenis penyakit cukup banyak. Umumnya, penyakit dinamakan berdasarkan nama illmiah atau nama bakteri penyebabnya, seperti penyebutan typhoid

Inilah 6 Penyebutan Penyakit yang Hanya Ada di Indonesia, Mau Tahu? Ini Jenis-jenisnya
sankalpmaya
Ilustrasi otot manusia 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jenis-jenis penyakit cukup banyak. Umumnya, penyakit dinamakan berdasarkan nama illmiah atau nama bakteri penyebabnya, seperti penyebutan typhoid atau tipus karena penyebabnya adalah bakteri Salmonella typhi.

Penamaan penyakit, umumnya juga dilakukan dengan penambahan awalan ataupun akhiran terhadap suatu kondisi. Seperti hipertensi, hipotiroid, dan sebagainya.

Melansir dari Mims, website penyedia informasi obat dan kesehatan di Asia Pasifik, sistem penamaan penyakit yang digunakan saat ini umumnya juga mempunyai sejarah berumur puluhan tahun, bahkan berabad-abad yang telah lama dilupakan atau tertutupi oleh makna modern.

Di Indonesia sendiri, beberapa penyakit memiliki penyebutan nama yang unik yang terkadang tak bisa diartikan secara terminologi.

Baca: Kontroversi Tanaman Obat Asal Kalimantan, Kratom Bakal Dilarang BNN di AS Masuk Golongan 1 Narkoba

Baca: Isap Vape Selama 3 Tahun, Remaja Putri 18 Tahun Ini Koma Akibat Derita Sakit Paru-paru Akut

Baca: BERLAKU HARI INI, Tarif Ojek Online Berubah Seluruh Indonesia, Ini Komentar Gojek dan Grab

Berikut beberapa nama penyakit dengan nama unik yang hanya dikenal di Indonesia

1. Cantengan

Istilah untuk menyebut kondisi tidak sehat yang terjadi pada kaki ini tentu sudah tidak asing lagi.

Cantengan bisa terjadi akibat ujung pinggiran kuku yang tajam berkembang ke luar alur kuku yang semestinya. Akibatnya kuku jadi terdorong masuk menekan kulit sehingga menyebabkan terjadinya ingrown nail atau yang kita kenal sebagai cantengan.

Melansir dari Hello Sehat, awalnya di sekitar kuku cantengan terasa lunak, bengkak atau mengeras. Jika dibiarkan, tekanan besar dan pemakaian kaki berkelanjutan, kuku kaki yang terus tumbuh bisa merobek kulit hingga ke epidermis (lapisan kulit tengah).

Akibatnya, bakteri masuk melalui luka yang kemudian menyebabkan peradangan, nyeri dan infeksi. Cantengan juga sangat mungkin disertai terjadinya pendarahan dan nanah yang keluar.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved