Berita Kalteng

Keloter Delapan Haji Kalteng Tiba, Ini Wejangan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran

Setelah melakukan tahapan atau proses haji di tanah suci jemaah haji Kalimantan Tengah yang masuk keloter delapan atau Kloter BDJ-08

Keloter Delapan Haji Kalteng Tiba, Ini Wejangan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran
Istimewa, Humas Pemprov Kalteng
Jemaah haji Kalteng yang masuk keloter delapan saat dijemput di Asrama Haji Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Setelah melakukan tahapan atau proses haji di tanah suci jemaah haji Kalimantan Tengah yang masuk keloter delapan atau Kloter BDJ-08 Tahun 1440 H/2019 Masehi, Minggu (1/9/2019) tiba di Asrama Haji, Banjarbaru Kalsel, dalam keadaan sehat walafiat.

Sebanyak 317 orang jemaah haji Kalteng yang tiba dari tanah suci tersebut, langsung masuk Asrama Haji Kalsel yang kemudian langsung dijemput oleh panitia penjemputan dari kabupaten masing-masing untuk dipulangkan ke tempat asalnya.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng H. Syahrudin, saat menjemput di Debarkasi Haji Banjarmasin yang menerima langsung Kedatangan para Jamaah Haji Kloter 08 Kalimantan Tengah, menyampaikan pesan Gubernur.

Baca: Kisah Horor KKN Desa Penari yang Viral di Twitter Ternyata Terkait Telaga Rowo Bayu Banyuwangi Ini

Baca: 2 Kata Syahrini Ini Jadi Bukti Kehamilan Istri Reino Barack? Incess Ngaku Siap Susul Aisyahrani

Baca: Inilah 10 Karakter Orang Lahir Bulan September, Pekerja Keras dan Pencinta Makanan, Bagaimana Anda?

"Kami bersyukur kedatangan atau kepulangan para tamu-tamu Allah, Jamaah Haji Kalimantan Tengah Kloter BDJ-08 Tahun 1440 H/2019 M, dalam keadaan sehat walafiat.Pesan Gubenur kepada para jemaah, semoga amal ibadah Hajinya, di terima dan di ridhai oleh Allah SWT dan tentunya memperoleh predikat haji yang Mabrur,"ujarnya.

Gubernur juga berpesan, melalui momentum yang baik tersebut, agar semua peristiwa atau hal yang berkesan selama melaksanakan ibadah haji pada tahun ini, hendaknya menjadi bahan pembelajaran dan renungan atau media introspeksi diri sekaligus sebagai pengalaman religius atau mental spritual yang sangat berharga.

Karena, bukan semata-mata atas pengorbanan yang cukup besar, baik waktu, biaya, tenaga dan mental serta juga fisik, sejak persiapan menuju Tanah Suci Mekkah hingga kembali lagi ke Tanah Air.

"Sebuah predikat atau gelar yang disandang dan melekat sebagai seorang Haji atau Hajjah, kiranya mampu memberikan contoh atau keteladanan yang lebih baik dan membawa berkah serta berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan masyarakat dilingkungan masing-masing," ujarnya.

(banjarmasinpost. co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved