Berita Kalteng

Korban Tewas Dibunuh Ayah Kandung Dikenal Pendiam, Sempat Minta Maaf Kepada Ibu Guru

Eko Saputra (15) Siswa SMPN- 4 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang dibunuh oleh ayah kandungnya Mardi (47), bagi rekan dan guru di sekolahnya

Korban Tewas Dibunuh Ayah Kandung Dikenal Pendiam, Sempat Minta Maaf Kepada Ibu Guru
tribunkalteng.co/fathurahman
Kepsek dan guru serta rekan Eko Saputra, Siswa SMPN 4 Palangkaraya yang tewas dibunuh ayah kandungnya, saat dimintai wartawan keterangan soal pribadi siswanya tersebut, Selasa (2/9/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Eko Saputra (15) Siswa SMPN- 4 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang dibunuh oleh ayah kandungnya Mardi (47), bagi rekan dan guru di sekolahnya merupakan anak yang baik namun pendiam.

Kasus pembunuhan Eko Saputra mendapat perhatian pihak sekolah, karena selama mengikuti pendidikan di sekolahnya Eko dikenal sebagai anak yang baik dan santun.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMPN-4 Palangkaraya, Tania Wati dan Wali Kelasnya Helmi Yati, yang menyebutkan selama ini mereka melihat sikap siswa kelas IX tersebut baik-baik saja.

Baca: Kondisi Pilu Merry di Kampung Halaman, Asisten Raffi Ahmad & Nagita Slavina Dorong Gerobak demi Air

Baca: Adegan Mesra Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh Setelah Video Ijab Kabul, Peran Teman Ivan Gunawan

Baca: Mirip Ariel NOAH Mantan Kekasih Luna Maya, Sosok Pria yang Dikenalkan Raffi Ahmad Tipu Inka Christie

"Selama ini kami cukup kenal dengan siswa kami tersebut, dia aktif di kegiatan Palang Merah Remaja (PMR), sebelum dikabarkan meninggal dunia Jumat kemarin, PMR adalah kegiatan terakhirnya," ujar Kepala SMPN-4 Palangkaraya, Tania Wati, Selasa (2/9/2019).

Menurut Kepsek, Eko tidak terlalu pandai, tetapi dia aktif ikut kegiatan di sekolah dan orangnya sopan dan baik dengan rekan- rekannya.

Sementara itu, Wali Kelas Eko, Helmi Yati, mengatakan, selama di kelas, Eko memang pendiam dan agak tertutup, dan tampak sering murung seperti agak ketakutan.

Namun saat ditanya dia tidak terbuka apa yang sedang dipikirkan.

Lebih jauh dia mengungkapkan, sehari sebelum meninggal dunia, Eko tiba-tiba bersalaman dengan Ibu Hariyati, salah satu guru yang masuk masa pensiun.

Eko juga dikenal sebagaianak yang penurut apapun yang diperintah gurunya.

"Eko tiba-tiba saja datang dan mendekat kepada Ibu Heriyati dan bersalaman meminta maaf jika ada salah, kemudian disapa oleh Ibu Heriyati dengan meminta Eko agar baik-baik dan rajin belajar, untuk masa depannya, saya liat sendiri itu," ujar Kepala Sekolah.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved