Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Proyek Peningkatan Infrastruktur Gang Abadi Kota Martapura Dikeluhkan Warga

Proyek peningkatan infrastruktur di Gang Abadi, Kota Martapura, dikeluhkan warga setempat. Ini menyusul pengerjaannya yang dinilai serampangan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Proyek peningkatan infrastruktur di Gang Abadi, Kota Martapura, dikeluhkan warga setempat. Ini menyusul pengerjaannya yang dinilai serampangan.

"Buruk kualitas pengerjaannya. Baru sekitar sebulan tapi cor-corannya sudah mulai pecah-pecah. Itu sebabnya warga di sini banyak yang mengeluh dan lapor ke saya," sebut H Jamhari, tokoh warga Gang Abadi, Senin (02/09/2019).

Tak cuma itu, secara teknis pengerjaan pengecoran di gang permukimannya di RT 01 RW 03 tersebut juga terkesan asal-asalan. Soalnya, sama sekali tak menggunakan alat bantu seperti tali agar pengecoran rapi lurus.

Akibatnya pada bagian tepi (kanan kiri) gang tak rata karena sebagian rata tertutupi cor, sebagian lagi tak tersentuh cor sehingga menjadi bergelombang. "Bahkan awalnya pengecorannya tak sampai ke muara jalan depan gang sekitar 10 meter. Setelah kami komplain, baru dilanjutkan. Itu pun sembarangan mengecornya,"sebut Jamhari.

Baca: Jembatan di Paramasan Ambruk, ini langkah yang akan dilakukan Dinas PUPR Banjar

Ia memastikan cor-coran tersebut tak akan berumur panjang. "Kalau kena hujan, gak lama setelah itu pasti mengelupas. Apalagi bagian bawahnya tanpa pelapis ram besi sebagai penguat," tandas ketua RT ini.

Penuturan pekerja, lanjut Jamhari, pengecoran tersebut tak perlu pakau ram besi karena ketebalan cor delapan sentimeter sehingga dinyatakan cukup kuat. "Namun saat kami cek, di beberapa titik tak sampau segitu, ada yang cuma lima sentimeter," sebutnya.

Dikatakannya, pengerjaan pengecoran tersebut dilaksanakan saat malam. Karena itu umumnya warga tak mengetahui sehingga tak bisa memantau untuk memberi saran. Beberapa warga termasuk dirinya sempat meminta pekerja agar tak usah mengecor secara keseluruhan, tapi cukup menambal yang compang-camping.

Namun pekerja menolak karena sesuai kontrak pekerjaan, pengecoran harus dilakukan secara penuh. "Soalnya kalau kami lihat masih bagus dan kuat yang kondisi asal ketimbang pengecorannya ini," tandas Jamhari.

Total panjang pengecoran tersebut, bebernya, tak kurang 300 meter yang tembus ke kantor Badan Pusat Statistik maupun ke Jalan Batuah. Di lingkungan tempat tinggalnya d9 RT 01 RW 03 dihuni sekitar 60 kepala keluarga (KK).

"Gang di permukiman kami ini sejak 1970 atau sudah 40 tahun tak pernah tersentuh proyek pembangunan pemerintah. Dulu berupa cor bata berpelapis ram besi sehingga kuat dan tahan lama," sebut Jamhari.

Baca: Polres Banjar Langsung Selidiki Kasus Pembalakan Liar di Paramasan, Jembatan Sampai Ambruk

Mewakili warga setempat, pihaknya mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar turun tangan untuk memantau secara langsung realisasi pengerjaan pengecoran tersebut. "Kami minta diperbaiki pengecorannya agar kuat tahan lama dan supaya lebih rapi pengerjaannya," pungkasnya.

Beberapa warga setempat juga menyatakan hal serupa. "Iya itu harus diperbaiki lagi. Termasuk supaya dinikinkamln semacam aliran kecil di sisi gang supaya kalau hujan tak menggenang," timpal warga lainnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Ciptakarya PUPR Banjar H Irwan Jaya belum berhasil dikonfirmasi. Pesan via sosial chat maupun short message service (SMS) belum direspons.(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved