Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO : Wisata Kerbau Rawa Desa Banua Raya Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut

Selalu berurusan dengan kerbau, begitulah kehidupan para peternak kerbau rawa di Desa Banuaraya, Bati-Bati, Tanahlaut, Kalsel, setiap harinya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Selalu berurusan dengan kerbau, begitulah kehidupan para peternak kerbau rawa di Desa Banuaraya, Bati-Bati, Tanahlaut, Kalsel, setiap harinya. Kala pagi, mereka memiliki jadwal untuk membuka kandang kerbau. Kemudian sore harinya menutup kandang.

Satu di antara peternak kerbau rawa yakni Khairul Yusna. Ada hari-hari tertentu yang membuat Iyus, sapaan akrabnya datang ke kandang kerbau.

Perhatian pada kerbau rawa lebih didominasi kala pagi dan sore hari. Ya, saat membuka dan menutup kandang. Sisanya, kerbau rawa akan dilepas liarkan pada lahan seluas kurang lebih 250 hektar di desa tersebut.

Saat kondisi kemarau sepeti pada Bulan Agustus hingga September ini, kerbau-kerbau tersebut akan kekurangan air. Namun mereka masih bisa memanfaatkan kubangan yang tersisa. Bahkan kala kemarau panjang, pernah para perternak harus menggali kubangan tersebut untuk kenyamanan kerbau.

Baca: Ratusan Pegawai Sekretariat DPRD Kalsel Dites Urine Mendadak Oleh BNN Provinsi Kalsel

Baca: Peroleh Rekomendasi, Rois Sunandar H Maming dalam Bursa Pemilihan Caketum BPD HIPMI Kalsel

Keberadaan kerbau rawa di Desa Banuaraya rupanya sudah sejak lama. Iyus mengatakan kerbau itu telah diternak sejak jaman nenek moyang. Bahkan bisa dikatakan saat masa kolonial dulu.

Tak sedikit kerbau rawa yang dirawat oleh para peternak ini, yakni mencapai hampir 300 ekor. Kebanyakan mereka adalah kerbau liar yang memiliki wilayah tersendiri di area kandang yang sama. Para kerbau itu juga seolah terbagi menjadi beberapa kelompok saat berkumpul.

Kisaran harga jual untuk kerbau rawa mencapai Rp 16 juta hingga Rp 20 juta.

Selain lokasi ternak. Rupanya kerbau rawa juga kini menjadi wisata yang dianggap cukup kekinian. Apalagi sejumlah foto di kawasan tersebut bisa dibilang instagramable.

Ketua Kelompok Tani Maju Jaya, Mukaromah mengatakan, tempat kerbau rawa memang mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak beberapa waktu lalu. Apalagi ketika musim kemarau karena akses ke dalam kandang lebih mudah.

"Kalau jam ramai, biasanya wisatawan berkunjung ketika sore hari. Mereka menunggu sunset dan berfoto agar terlihat lebih bagus," ucap Mukaromah.

Baca: Dilepas Liar, Kawin Suntik Tidak Bisa Intensif Dilakukan Pada Kerbau Rawa di Tanahlaut

Namun kala musim penghujan juga tidak menutup wisatawan yang masuk. Bahkan para pelancong wisata ini kadang memanfaatkan perahu warga dan memberikan bayaran secara sukarela untuk penyewaan kelotoknya.

Tentunya, menjadi lokasi wisata juga memberikan income tersendiri bagi warga sekitar. Paling tidak ujar Mukaromah pengatar kadang bisa mendapatkan uang rokok.(banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved