Berita Banjarbaru

Asap Mulai Terasa di Kalsel, Dinas LH Ungkap Kualitas Udara Kalsel Masih Aman

Kondisi udara ternyata masih dikategorikan sedang alias aman oleh Dinas LH Kalsel, Ikhlas Indar.

Asap Mulai Terasa di Kalsel, Dinas LH Ungkap Kualitas Udara Kalsel Masih Aman
Banjarmasin.Tribunnews.com
Ilustrasi-Alat pengukur kualitas udara Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kondisi udara ternyata masih dikategorikan sedang alias aman oleh Dinas LH Kalsel, Ikhlas Indar.

Namun dalam Kasat mata, di jam jam tertentu asap kabut sudah mulai terasa termasuk di kertakhyanyar meski siang sudah menghilang.

Menurut Ikhlas Indar, kualitad udara dari LH Banjarmasin ISPU di angka 59.

"Artinya kategori sedang," kata dia.

Disebutkan dia, ada kategori, baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, buruk. Hal itu berdasar Parameter PM 10.

Baca: NEWSVIDEO : Siswa SMPIT Ukhuwah Banjarmasin Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Pekapuran

Baca: Sarang Burung Walet di Bungur Tapin Ternyata Dua Kali Dicuri

Baca: DMII-ACT Bekali Kesiapsiagaan Bencana untuk 14 Desa Di Satui

Baca: Dugaan Elza Syarief Bahwa Nikita Mirzani Miliki Bekingan Akan Adukan ke Kapolri

Kepala Bidang Suveilans Epidemilogi pada Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Hamidi mengatakan, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel baru Kota Banjarmasin yang memiliki alat itu.

"Sebenarnya alat itu penting, karena mutu udara bisa langsung dibaca. Karena kalau menguji kualitas udara dengan pengambilan sample, hasilnya menunggu sampai 24 jam," katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan, pengujian dengan pengambilan sample juga tidak bisa dilakukan di banyak daerah. Karena, dalam satu lokasi perlu dilakukan pengukuran dua sampai tiga kali. "Kami sendiri setiap tahunnya hanya menguji kualitas udara di satu wilayah. Tapi, dengan tiga kali pengujian," ungkapnya.

Tahun ini sendiri, mereka fokus mengukur kualitas udara di sekitar Puskesmas Martapura Kota. "Kami sudah mengambil sample pada April tadi. Di mana hasilnya baik. Nanti, pada September dan November, sample udara di lokasi yang sama kami ambil lagi untuk mengetahui perubahannya," ujar Hamidi.

Lanjutnya, untuk penentuan lokasi pengujian kualitas udara mereka berpatokan pada seberapa banyak penderita ISPA dan melihat bagaimana terdampaknya lokasi tersebut terhadap asap karhutla.

"Untuk tahun lalu, udara di kawasan Puskesmas Guntung Manggis yang kami uji. Hasilnya, cukup baik," ucapnya.

Dia menambahkan, tanpa adanya kabut asap dari karhutla, udara Kalsel selama ini memang sehat. Karena belum terpolusi oleh asap knalpot kendaraan. "Alat transportasi di Kalsel tidak sepadat di Jakarta, jadi udaranya masih aman," tambahnya.

Diungkapkannya, udara Kalsel terakhir kali masuk kategori berbahaya pada 2015 lalu. Di mana, saat itu karhutla memang sangat parah. "Setelah itu, dalam empat tahun terakhir udara kita bagus saja," ungkapnya.

Baca: Kisah Pilu Merry di Madura Setelah Tinggalkan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: The Palace National Jeweler Tawarkan Berbagai Desain Dari Koleksi Basic Hingga Tradisional Indonesia

Baca: Tarif Baru Ojol Per September 2019, Begini Respon Driver dan Pengguna

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru Sirajoni, membenarkan mereka belum punya alat pengukur kualitas udara. "Iya, di Kalsel cuma Banjarmasin yang punya. Itupun karena bantuan dari pusat," bebernya.

Dia menuturkan, hingga kini pihaknya belum punya rencana untuk membeli alat tersebut. Karena harganya sangat mahal. "Harganya miliaran, belum lagi biaya perawatannya. Sangat besar," tuturnya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved