Berita Batola

Camat Alalak Batola: Menolak Harga Pembebasan Lahan, Tanah Tetap Dikeruk Alat Berat

Haris menambahkan hampir semua warga yang terkena pelebaran jalan sudah menerima dana ganti rugi pembebasan lahan untuk segmen dua

Camat Alalak Batola: Menolak Harga Pembebasan Lahan, Tanah Tetap Dikeruk Alat Berat
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PELAKSANAAN pelebaran Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - PEMKAB Batola memastikan meski ada satu warga yang menolak harga pembebasan lahan Rp 2 juta per meter untuk pelebaran Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI, pihak pelaksana pelebaran jalan akan tetap mengeruk tanah untuk dilebarkan dengan alat berat.

“Iya meski ada ada warga yang menolak harga pembebasan lahan Rp 2 juta per meter, alat berat tetap akan mengeruk tanah yang terkena pembebasan lahan,” kata Camat Alalak Haris Isroyani, Selasa (3/9/19).

Haris menambahkan hampir semua warga yang terkena pelebaran jalan sudah menerima dana ganti rugi pembebasan lahan untuk segmen dua, tepatnya mulai SPBU Alalak sampai Showrooom Salatiga.

“Ada beberapa warga yang belum menerima ganti rugi karena masih proses administrasi di Kabupaten Batola,” katanya.

Baca: Rosa Meldianti Labrak 2 Pedangdut yang Tertawakan Goyangannya, Ponakan Dewi Perssik Banting HP

Baca: Bukan Syahrini! Perempuan yang Suapi Reino Barack Jadi Sorotan, Lihat Reaksi Suami Incess

Baca: Omelan Ashanty pada Anang Gara-gara Anak, Ibu Sambung Aurel Hermansyah Ungkap Soal Kepanikan

Baca: Borok Asmara Elza Syarief & Farhat Abbas Dibongkar Nikita Mirzani, Mantan Dipo Latief: Jahara!

Diakuinya, ada satu warga yang tetap tak mau menerima ganti rugi Rp 2 juta per meter sehingga kemungkinan dananya akan dititipkan ke pengadilan negeri Marabahan.
Warga tersebut mengharapkan tanahnya yang terkena pembebasan lahan itu dihargai lebih Rp 2 juta per meter.

Dijelaskannya, luas setiap bangunan yang kena pembebasan lahan berbeda-beda.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI, menghendaki pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Trans Kalimantan itu sepanjang 2,6 kilometer.

“Dari Pemkab Batola itu hanya mampu membebaskan lahan sepanjang 1 kilometer menyesuaikan kemampuan anggaran,” katanya.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Kalsel, Sahriliansyah, menyatakan untuk pelebaran jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, Alalak, Batola ada empat segmen, yakni segmen I arah ke oprit Jembatan Alalak, segmen II dari sebelum Pawon Tlogo arah ke Simpang Serapat, segmen III menyambung di sekitar Simpang Serapat dan segmen keempat itu ke arah dari Jembatan Ray II ke arah Masjid H Jamhuri.

“Untuk pelebaran Jalan Trans Kalimantan yang diduduki PKL itu ada segmen ke II di program 2020,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved