Area Rawan Kecelakaan Gunung Kayangan

Dianggap Rawan Kecelakaan dan Tindak Kejahatan, Ini Fakta-Fakta dari Jalan di Gunung Kayangan

Apalagi jalur jalan tersebut terdiri tikungan untuk jalan dari Pelaihari menuju Banjarmasin dan jalan lurus pada jalan Banjarmasin Menuju Pelaihari.

Dianggap Rawan Kecelakaan dan Tindak Kejahatan, Ini Fakta-Fakta dari Jalan di Gunung Kayangan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayani
Petugas Satlantas Polres Tanahlaut dan Dinas Perhubungan Tanahlaut terlihat memeriksa sejumlah angkutan di Jalan A Yani, Kawasan Gunungkayangan, Pelaihari, Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Banyak yang beranggapan wilayah atau jalan area Gunung Kayangan rawan kecelakaan. Apalagi jalur jalan tersebut terdiri tikungan untuk jalan dari Pelaihari menuju Banjarmasin dan jalan lurus pada jalan Banjarmasin Menuju Pelaihari.

Nah, ternyata dari Keterangan Kepala Badan Operasi Satlantas Polres Tanahlaut, Iptu Sidin Prayitno, Beginilah Fakta-Fakta mengenai jalur Gunung Kayangan itu.

Menurut dia, daerah Gunung Kayangan bukan menjadi satu daerah yang rawan laka. Hanya terkadang pengemudi atau pengendara sering memaksakan diri dalam kondisi mungkin ngantuk.

Selain itu terkadang para pengguna jalan sering memacu dengan kecepatan tinggi yang akhirnya bisa berakibat fatal bagi pengemudi atau pengendara sendiri.

"Karena yang terjadi kebanyakan laka tunggal itu sebab pengemudinya," jelas Iptu Sidik.

Baca: Melintas di Gunung Kayangan, Pengendara Alami Kejadian Mistis, Tiba-tiba Merinding

Baca: Melintas di Gunung Kayangan Malam Hari Bikin Waswas karena Ini, Wahyu Pilih Tunggu Teman Jalan

Baca: Melintas Gunung Kayangan Pelaihari, Pengendara Membawa Ketan dan Telur Harus Meletakkan Daun Hidup

Fakta kedua paparnya, untuk wilayah Gunung Kayangan sebenarnya jarang terjadi laka dalam perbulanya.

Kalo terjadi hanya karna kelalaiannya para pengemudi yang terkadang tidak mengindahkan keadaan kondisi pengendara itu sendiri yakni dalam  posisi ngantuk dan terkadang  melaju debgan kecepatan tinggi. Serta perjalanan jauh tidak istirahat.

Pengendara melintas pada satu di antara beberapa tikungan tajam rawan kecelakaan lalu lintas di Kawasan Gunung Kayangan
Pengendara melintas pada satu di antara beberapa tikungan tajam rawan kecelakaan lalu lintas di Kawasan Gunung Kayangan (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Fakta lainnya, dua jalur Gunung Kayngan sudah sangat baik. Di samping bisa mengurangi kemacetan, juga bisa mengurangi rawan laka yang  sifatnya benturan langsung dengan kendaraan lain.

"Kalo ada laka hanya laka tunggal kebanyakan terjadi. Itu disebabkan kebanyakan karna lalainya pengemudinnya karna sering memaksakan diri," ungkapnya.

Sementara mengenai tindak kejahatan, Iptu Sidik juga menyampakan fakta tersirat. Bahasnya, kalo kejadian begal  terkadang perbuatan iseng dari para pelaku yang mungkin ada kesempatan dalam kondisi jalur sepi dan ada yang lewat.

Hal itu dikarnakan ada kesempatan, timbul ada niat.

"Tapi selama ini sudaj sangat aman. Karena baik dari Unit Lantas, Sabhara dan Polsek selalu melaksanakan giat Patroli rutin jam rawan," ucapnya.

Baca: Awas Area Rawan Kecelakaan di Jalur Lurus dan Tikungan Gunung Kayangan Tanahlaut, Ini Imbauan Polisi

Baca: Dua Kecelakaan Tunggal Terjadi Dalam Hitungan Jam di Gunung Kayangan Tanahlaut

Baca: Setelah Viral, Indekos ala Sleep Box di Johar Baru Jakarta Pusat Disegel, Dianggap Tak Manusiawi

Adapun fakta isu horor di jalan itu, Iptu Sidik juga menerangkan hal itu itu hanya orang-orang tertentu. Sementara itu itu bisa mengundang pelaku kejahatan.

"Terkadang penyebaran isu horor tersebut dari para pelaku kejahatan. Karena  yang namanya hal Gaib itu pasti ada. Namun kalo orang yang beriman pasti selalu membaca bacaan untuk menghindari hal Gaib," jelasnya.

Iptu Sidik pun meminta agar para pengemudi selalu berhati hati. Selain itu ujarnya jangan disangutpautkan dengan hal gaib apabila ada kecelakanaan. Karena kejadian tersebut disebabkan kelalaian pengemudinya.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved