Area Rawan Kecelakaan Gunung Kayangan

Melintas Gunung Kayangan Pelaihari, Pengendara Membawa Ketan dan Telur Harus Meletakkan Daun Hidup

Area yang dianggap paling rawan adalah jalur Pelaihari menuju Banjarmasin. Karena di kawasan itu banyk terdapat tikungan.

Melintas Gunung Kayangan Pelaihari, Pengendara Membawa Ketan dan Telur Harus Meletakkan Daun Hidup
banjarmasinpost.co.id/isti rohayani
Jalur dua arah di Jalan A Yani kawasan Gunung Kayangan, Pelaihari, Tanahlaut, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Terkenal sebagai lokasi yang mistis dan juga rawan kecelakaan serta tindak kejahatan, Kawasan Gunung Kayangan, Pelaihari, Tanahlaut tak jarang memberikan kisah yang turun temurun.

Beredar kabar, bagi siapa saja yang melintas di area tersebut, apalagi membawa ketan dan telur rebus, harus meniatkan untuk memberi kepada siapa saja yang menhendaki. Hal itu menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Area yang dianggap paling rawan adalah jalur Pelaihari menuju Banjarmasin. Karena di kawasan itu banyk terdapat tikungan. Selain itu saat malam, yang terlihat hanya hutan di kiri kanan jalan.

Meski belum pernah merasakan atau diganggu mahluk apapun saat melintas di Gunung Kayangan, Pelaihari, Kalsel, Mulyadi, warga Pelaihari, Tanahlaut lebih memilih cara aman.

Baca: Awas Area Rawan Kecelakaan di Jalur Lurus dan Tikungan Gunung Kayangan Tanahlaut, Ini Imbauan Polisi

Baca: Dua Kecelakaan Tunggal Terjadi Dalam Hitungan Jam di Gunung Kayangan Tanahlaut

Baca: Melintas di Gunung Kayangan, Pengendara Alami Kejadian Mistis, Tiba-tiba Merinding

Ketika membawa makanan saat melintas di area itu, Mulyadi selalu memasukan daun hidup ke dalamnya. Hal itu dipercaya sebagai petuah agar aroma makanan tidak tercium.

Petugas Satlantas Polres Tanahlaut dan Dinas Perhubungan Tanahlaut terlihat memeriksa sejumlah angkutan di Jalan A Yani, Kawasan Gunungkayangan, Pelaihari, Tanahlaut.
Petugas Satlantas Polres Tanahlaut dan Dinas Perhubungan Tanahlaut terlihat memeriksa sejumlah angkutan di Jalan A Yani, Kawasan Gunungkayangan, Pelaihari, Tanahlaut. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayani)

Ditanya percaya atau tidak mengenai mistisnya Gunung Kayangan, Mulyadi mengaku memang belum pernah mengalami. Namun paparnya, pesan orangtua selalu teringat. Sehingga ketika membawa ketan dan telur saat lewat, ia pun harus menambahkan daun di dalamnya.

"Katanya biar tidak kenapa-kenapa. Apalagi saya sering melintas tengah malam," ucap Mulyadi.

Keadaan saat ini ujar Mulyadi jauh lebih nyaman dibandingkan beberapa tahun lalu. Kala masih satu jalur. Dimana meski banyak pengendara melintas pada jalan yang sama. Namun kekhawatiran kecelakaan dan hal mistis tetap ada.

Karena wilayahnya yang masih hutan alami pada kiri kanan jalan. Selain itu tidak ada pemukiman penduduk. Hanya ada Kantor Mangga Agni yang terlihat.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved