Berita Internasional

Raja Salman Serahkan Cek Senilai Rp 85 Miliar kepada KBRI Riyadh Untuk Korban Crane Tahun 2015

KBRI Riyadh juga sudah menyampaikan detail laporan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk selanjutnya akan dilakukan kordinasi dengan Kemenag.

Raja Salman Serahkan Cek Senilai Rp 85 Miliar kepada KBRI Riyadh Untuk Korban Crane Tahun 2015
banjarmasinpost.co.id/kompas.com/AFP PHOTO
Warga Arab Saudi dan jemaah haji, Sabtu (12/9), mengamati crane atau mesin derek yang ambruk sehari sebelumnya dan menimpa area Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Tak kurang dari 107 anggota jemaah haji dari sejumlah negara, termasuk dua warga negara Indonesia, tewas dalam insiden tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MADINAH - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menyerahkan cek senilai Rp 85 miliar kepada KBRI Riyadh di penghujung bulan Agustus 2019 untuk untuk para korban musibah jatuhnya crane pada musim haji 2015 di komplek Masjidil Haram Makkah.

Cek santunan Khadimul Haramain as-Syarifain senilai 6,133 juta Dollar Amerika setara dengan 23 Juta Riyal ini diserahkan oleh Penasehat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Mohammad Alshammeri kepada Kordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh Raden Ahmad Arief di Kantor Kementerian Luar Negeri, Riyadh Arab Saudi.

Atas diterimanya cek senilai Rp 85,1 Milyar (dengan kurs 14.150) ini, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamed bin Salman atas empati dan perhatian yang luar biasa kepada para jamaah haji Indonesia korban musibah crane yang terjadi pada 11 September 2015.

Baca: 1.000 Anggota Keluarga Martir Palestina Diudang Raja Salman untuk Menunaikan Haji Tahun Ini

Dubes Maftuh langsung mengirim surat ucapan terimakasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota MBS. Surat yang sama juga dikirimkan kepada Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal serta berbagai kementerian terkait di Arab Saudi, mulai Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Kementerian Dalam Negeri KSA, Kementerian Kesehatan KSA, Kementerian Keuangan KSA atas dukungannya dalam merealisasikan santunan korban crane ini.

Cek-cek tersebut 35 lembar dan terdiri dari dua nominal. Pertama 133.333 Dollar Amerika (setara 500 ribu Riyal) atau Rp. 1,8 Milyar untuk korban luka berat dan kedua, nominal 266.666,66 Dollar Amerika (setara 1 Juta Riyal) atau Rp. 3,7 Milyar untuk korban meninggal dan korban cacat permanen. 1 Cek untuk korban luka berat masih perlu pencocokan data paspor dan secepatnya akan direalisasikan sehingga total menjadi lengkap 36 cek.

KBRI Riyadh juga sudah menyampaikan detail laporan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk selanjutnya akan dilakukan kordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia.

“Hampir tiap minggu para keluarga ahli waris di Indonesia menghubungi kami lewat facebook, WA atau medsos yang lain mempertanyakan kapan realisasi santunan Raja Salman tersebut. Selalu kami jawab bahwa sejak kami mulai bertugas di KBRI Maret 2016 akan selalu prioritaskan untuk menyelesaikan kasus crane dengan melakukan upaya komunikasi dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi” tegas Dubes Maftuh Abegebriel.

“Ketika kami baru bertugas 2 bulan di Saudi pernah dipanggil ke Istana Raja dan pada waktu langsung kami sampaikan harapan para ahli waris korban crane kepada Diwan Malaki (Royal Court) yang merupakan Kantor Raja Salman,” tambahnya.

Baca: Mungkinkan Raja Salman Mau Membayar Uang Santunan Korban Crane Mekkah?

Dalam beberapa nota diplomatik yang diterima KBRI Riyadh dari Kementerian Luar Negeri Saudi dijelaskan bahwa sebenarnya penyelesaian pembayaran santunan Raja Salman untuk para WNI yang menjadi korban baru akan diberikan setelah selesainya proses fatwa waris dari masing-masing korban meninggal.

Namun akhirnya Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kemudahan-kemudahan kepada Indonesia dengan merealisasikan penyerahan cek tersebut sebelum selesainya finalisasi fatwa waris yang sekarang masih dipersiapkan oleh Kementerian Agama RI.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved